SETELAH mendapat hukuman dari tim pelatih Sporting Lisbon junior karena kerap membangkang, Cristiano Ronaldo remaja mengambil pengalaman pahit tersebut. Kejadian itu dijadikan Ronaldo sebagai momentum untuk mengembangkan karier sepakbolanya.
Namun, ketika ingin membentuk serta meningkatkan daya tahan tubuhnya, tim paramedis Sporting Lisbon mendapati keanehan di jantung Ronaldo pada 2001. Hal itu diungkapkan ibu Ronaldo, Maria Dolores.
“Klub menginformasikan bahwa denyut jantungnya ketika beristirahat terlalu tinggi. Saya harus melengkapi setumpuk dokumen agar klub memberinya izin untuk menjalani beberapa pemeriksaan. Akhirnya klub memutuskan untuk operasi,” kata Dolores mengutip dari buku The Obsession For Perfection karangan Luca Caioli.
Saat itu, tim dokter menggunakan laser untuk memperbaiki area yang rusak. Setelah beberapa hari menjalani penyembuhan, kondisi Ronaldo kembali bugar. Sebelum operasi dilakukan, Dolores sempat cemas.
“Sebelum tahu apa yang terjadi pada dirinya, saya sempat khawatir jika Ronaldo harus berhenti bermain bola. Ronaldo punya cacat bawaan yang menyebabkan denyut jantungnya lebih banyak dari batas normal. Namun, ini tidak memengaruhi kariernya,” lanjut Dolores.