T: Kekuatan tim yang dihadapi
Kekuatan lawan dihitung dengan mengurangkan angka 200 dengan angka peringkat dunia FIFA pada saat pertandingan. Jadi misalkan laga yang dilalui negara peringkat satu dunia, maka perhitungannya 200-1= 199. Jadi tim yang bisa memenangkannya akan mendapatkan tambahan 199 poin.
C: Kekuatan konfederasi tim lawan yang dihadapi
Ketika menghitung pertandingan antara tim dari konfederasi yang berbeda, nilai rata-rata dari konfederasi di antara kedua tim akan diberlakukan. Dalam hal ini konfederasi CONMEBOL memiliki nilai 1.00, sementara UEFA bernilai 0.99, untuk AFC/CAF/OFC/CONCACAF bernilai 0.85.
Dari semua fakta di atas, maka mari kita gunakan rumus P= M x I x T x C. Sebagai contoh coba kita bayangkan Indonesia memenangkan laga melawan Argentina dengan rumus di atas, yakni 3 x 1.0 x 199 x 0.99= 591. Maka, poin yang didapat Indonesia di laga itu adalah 591 poin dan berpeluang merangsek ke peringkat 40 di ranking FIFA selanjutnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.