SEJARAH sepakbola mencatat banyak momen dan kejadian menarik yang terus melekat di benak pecinta sepakbola. Salah satu momen yang paling diingat, namun ingin dilupakan pemain yang kini telah pensiun, yakni pelemparan kepala babi yang dilakukan fans Barcelona pada Luis Figo.
Figo yang sebelumnya bermain di Barcelona pada kurun waktu 1995-2000 dan mempersembahkan tujuh gelar, kemudian pindah ke rival sekaligus seteru abadi, Real Madrid. Ia membela Los Merengues selama lima tahun hingga 2005 dan masuk sejarah transfer antar kedua klub, setelah sebelumnya melibatkan Michel Laudrup dan Bernd Schuster.
Namun berbeda dengan dua pendahulunya itu, efek kepindahan Figo berdampak lebih besar bagi fans Barcelona. Seakan melupakan dedikasi dan kerja keras yang pernah diberikan Figo, Cules -julukan fans Barcelona- menempelkan spanduk besar dengan tulisan ‘Pengkhianat, Judas, dan Tentara Bayaran.’
Semua terjadi ketika Figo bermain melawan Barcelona dengan seragam Madrid di Camp Nou, pada 23 November 2002. Figo tak hanya dilempari obyek-obyek seperti kulit jeruk, botol, pemantik api dan telepon genggam, namun juga kepala babi!
Tindakan tidak senonoh dilakukan fans Barcelona karena mereka terlanjur emosional dengan kepindahan Figo yang dihargai sebesar USD60 juta. Mereka melakukannya juga untuk meruntuhkan moral Figo, terutama saat akan melakukan sepak pojok di Camp Nou.
Sekitar 400 fans Madrid yang berada di Camp Nou seperti hilang dalam kerumunan 98.000 Cules yang spartan memberi cemoohan kepada Figo. Pelemparan kepala babi itu pun berdampak panjang, karena setiap kali Figo bermain di Camp Nou dan ingin mengambil tendangan pojok, ia disarankan untuk tidak melakukannya, meski akhirnya ia terus melakukannya.