nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pembekuan, Sanksi FIFA, hingga Anjloknya Peringkat Indonesia

Daniel Setiawan, Jurnalis · Selasa 20 Oktober 2015 14:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2015 10 20 49 1234874 pembekuan-sanksi-fifa-hingga-anjloknya-peringkat-indonesia-jYHNzbD29z.jpg Timnas Indonesia (Foto: Heru Haryono/Okezone)

KONFLIK yang terjadi di sepakbola Indonesia kali ini memang bukan yang pertama. Dunia sepakbola kita sebelumnya juga pernah berada dalam kondisi tak jelas dan membingungkan ketika liga domestik terpecah menjadi dua versi pada 2010.

Bedanya adalah, dulu kompetisi liga masih berjalan meski ada dua versi yang berbeda. Saat ini, konflik yang terjadi akibat intervensi pemerintah, melalui Kemenpora, terhadap olahraga yang paling digandrungi di Indonesia tersebut membuat sepakbola lokal terhenti karena adanya sanksi dari FIFA.

Sepakbola bagai candu di Indonesia, tak sedikit yang menganalogikannya seperti agama kedua karena tingkat fanatisme yang begitu tinggi. Ketika sanksi dijatuhkan, otomatis para fans sepakbola nasional tak bisa lagi “beribadah” dengan menyaksikan kompetisi lokal atau Timnas Indonesia berlaga.

Disamping para fans yang tak bisa menyaksikan kompetisi lokal dan Timnas berlaga, pengaruh paling kentara dari sanksi federasi sepakbola internasional adalah peringkat Indonesia di tabel FIFA. Sejak dibekukan pada April 2015 oleh Kemenpora, dan sanksi dari FIFA pada Mei 2015, posisi Indonesia terus melorot. Bahkan, sebelum dibekukan pun, peringkat Merah Putih tak bagus-bagus amat.

Seperti dikutip dari situs FIFA dan berbagai sumber lainnya, Selasa (20/10/2015), pergerakan posisi Indonesia di peringkat FIFA sebelum dijatuhkannya konflik cukup positif, di periode Januari-April 2014. Indonesia berada di posisi 161 pada Januari 2014, lalu naik tiga tingkat ke 158 pada Februari 2014.

Merah Putih kembali merangkak naik ke peringkat 154 dengan mengumpulkan 128 poin di Maret 2015. Lalu Indonesia melanjutkan tren positif dengan kembali naik tiga peringkat ke posisi 151, meski masih berada di bawah Malaysia dan Singapura pada April 2015. Pada bulan-bulan selanjutnya, Indonesia berputar-putar di antara posisi 155-159.

Tak ubahnya dengan 2014, posisi Indonesia masih berputar di posisi 155-159 hingga April 2015. Dua bulan sebelum dijatuhkannya sanksi, Indonesia berada di posisi 156. Lebih menyakitkan lagi ketika Timor Leste menyalip Indonesia pada April 2015.

Indonesia berada di posisi ke 159 pada saat itu, sementara Timor Leste melejit ke posisi 152. Satu bulan setelah dijatuhkannya sanksi, Indonesia berada di posisi 155. Lalu posisi Merah Putih melorot ke 164 (Juli 2015) dan 165 (Agustus dan September 2015).

Terbaru pada Oktober 2015, Indonesia kembali melorot ke peringkat 171 FIFA, di bawah beberapa negara kecil dan yang sepakbolanya gurem seperti Timor Leste (170), Kaledonia Baru (169), India (167), Mauritus (168), Pulau Cook (166),hingga Amerika Samoa (164).

Dijatuhkannya sanksi memang berbanding lurus dengan risiko yang harus diterima oleh sepakbola Indonesia di panggung internasional. Selain peringkat, Timnas juga melewatkan babak kualifikasi Piala Dunia 2018. Sebanyak delapan pertandingan yang bisa digunakan sebagai tempat memperoleh poin harus menguap begitu saja.

Jika memang tak kunjung diselesaikan konflik yang terjadi, maka bukan tak mungkin Indonesia harus rela posisinya anjlok di peringkat FIFA. Jangan heran jika nantinya negara-negara seperti Bhutan, Suriname, hingga Seychelles berada di atas Indonesia.

(fap)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini