Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Kekuatan Liverpool Jelang Premier League 2015-2016

Kemampuan Liverpool Juara Premier League 2015-2016 (1)

Zanel Farha Wilda , Jurnalis-Kamis, 06 Agustus 2015 |15:08 WIB
Kemampuan Liverpool Juara Premier League 2015-2016 (1)
James Milner (berjalan/nomor tujuh) diprediksi akan menjadi pemain penting Liverpool. (Foto: AFP/Manan Vatsyayana)
A
A
A

SUDAH 25 tahun Liverpool tak merasakan gelar juara Liga Inggris. Rekor 18 kali juara yang sempat dibanggakan kini sudah tak mungkin lagi dilakukan, karena prestasi tersebut sudah dilewati sang rival utama, Manchester United yang memenangkan 20 trofi Premier League.

Setiap awal musim, Kopites - sebutan fans Liverpool - optimistis The Anfield Gank bisa mengakhiri musim dengan gelar Liga Inggris ke-19. Meski pada akhirnya hanya mendapat kekecewaan, Kopites tak pernah lelah berharap dan optimis. Begitu juga dengan musim ini. Kopites tetap optimis Si Merah mempunyai peluang mengakhiri puasa gelar Liga Inggris. Namun pertanyaannya sekarang adalah, apakah Liverpool benar-benar memiliki kemampuan untuk mendapatkan gelar ke-19 di akhir musim 2015-2016?

Apabila menyorot performa tiga musim ke belakang, Liverpool belum memiliki tanda yang benar-benar meyakinkan untuk menjadi juara musim ini. Betapa tidak, The Reds kerap tampil naik turun, yang bahkan hal itu tergambar jelas di klasemen akhir musim.

Finis ketujuh di klasemen akhir musim 2012-2013, Merseyside Merah dengan luar biasanya mampu membuat kejutan di musim 2013-2014 dengan finis di posisi dua setelah sempat menghadapi persaingan sengit menuju gelar juara dengan Manchester City. Digadang-gadang dapat mengulang prestasi tersebut, The Reds malah tampil mengecewakan di musim 2014-2015 hingga hanya mampu finis di posisi enam klasemen akhir musim.

Meski begitu, Liverpool tetap dianggap sebagai salah satu penantang juara di musim 2015-2016. Sayangnya, tak sedikit pihak yang juga memprediksi Liverpool masih akan mengalami performa yang naik turun musim ini, mengingat cukup banyak pemain baru yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.

Masalah minimnya produktivitas tim di musim lalu mungkin saja masih bisa terjadi musim ini. Meski sudah mendatangkan Christian Benteke dan Roberto Firmino, Merseyside Merah dianggap masih kekurangan amunisi di lini depan. Rodgers saat ini masih berupaya mendatangkan striker lain yakni Alexandre Lacazette. Liverpool juga harus ekstra hati-hati dengan permasalahan lubang di lini belakang, seperti yang dialami musim lalu. Duet Skrtel dan Lovren sebagai bek tengah kerap kali mudah ditembus oleh tim lawan yang melakukan serangan.

Satu lagi masalah cukup besar yang dimiliki para pemain Liverpool yakni mental. The Anfield Gank harus memiliki mental juara agar bisa kompetitif hingga akhir musim. Jangan sampai kejadian gagal juara di musim 2013-2014 atau kejadian hilangnya peluang finis empat besar di musim 2014-2015, terulang kembali di pekan-pekan terakhir musim 2015-2016. Jika semua permasalahan bisa diatasi dengan baik, Liverpool tentu memiliki peluang untuk menjadi juara.

Namun apabila berpikir realistis, juara sepertinya masih cukup jauh diraih. Jangan lupakan Chelsea, Manchester City, Manchester United, dan Arsenal yang juga berusaha mengatasi kekurangan musim lalu. Karena itu, akan lebih baik apabila Liverpool fokus untuk kembali berada di empat besar. Jika ingin posisi yang lebih tinggi, tiga besar menjadi hal yang lebih realistis dibanding posisi puncak. Ini adalah tahun keempat Rodgers di Anfield. Pelatih asal Irlandia Utara itu tentu tahu harus berusaha memberikan yang maksimal jika ingin kariernya berlanjut di Anfield pada musim mendatang.

Perkiraan Formasi Liverpool di Musim 2015-2016

Brendan Rodgers, merupakan salah satu pelatih yang suka berganti skema dan formasi saat timnya menghadapi lawan yang berbeda-beda. Akan tetapi, ada dua formasi yang cukup sering digunakan pelatih asal Irlandia Utara itu, yang diyakini sebagai formasi dasar.

Selama tiga musim melatih The Reds, Rodgers sudah pernah menerapkan formasi 4-3-3, 4-1-4-1, 4-4-2, 4-4-2 diamond, dan 3-5-2. Dari kelima tipe formasi tersebut, 3-5-2 dan 4-4-2 diamond merupakan formasi yang cukup sering digunakan pelatih 42 tahun itu, khususnya di paruh musim kedua 2014-2015.

Formasi 3-5-2 diterapkan Rodgers saat mulai memasukkan Emre Can, yang notabene merupakan gelandang di lini pertahanan. Dengan memadatkan lini tengah serta membiarkan Adam Lallana dan Raheem Sterling memimpin di lini depan, formasi tersebut cukup efektif, walau membuat gawang Liverpool kebobolan cukup banyak.

Tetapi melihat formasi pada lima pertandingan pramusim, sepertinya formasi 3-5-2 tidak lagi menjadi pilihan utama Rodgers. Meski dalam lima pertandingan tersebut terdapat tiga formasi berbeda (4-4-2, 4-3-3, dan 4-4-2 diamond), formasi 4-4-2 diamond merupakan yang paling banyak digunakan yakni pada tiga pertandingan terakhir saat melawan Adelaide United, Malaysia XI, dan HJK Helsinki.

Bila melihat nama-nama dalam skuad Liverpool saat ini, formasi 4-4-2 diamond akan menjadi formasi dasar yang paling ideal. Pasalnya, formasi ini sudah sering digunakan Rodgers dan memberikan hasil yang memuaskan di musim lalu. Posisi kiper kemungkinan masih akan menjadi milik Simon Mignolet. Untuk di barisan pertahanan, posisi bek tengah sepertinya akan menjadi milik Martin Skrtel dan Dejan Lovren. Posisi Lovren masih belum aman, mengingat penampilannya yang fluktuatif musim lalu. Mamadou Sakho pun menjadi pemain alternatif yang bisa saja menggantikan Lovren sebagai partner Skrtel.

Untuk bek kanan sepertinya akan menjadi milik Nathaniel Clyne yang memang dibeli untuk mengisi posisi yang ditinggalkan Glen Johnson. Sedangkan posisi bek kiri tetap akan menjadi milik Alberto Moreno yang tampil cukup konsisten dan agresif musim lalu. Di lini tengah, posisi gelandang bertahan sepertinya akan menjadi milik sang kapten, Jordan Henderson, dengan Lucas Leiva, Joe Allen, dan Emre Can sebagai pemain alternatif. Posisi tiga pemain di depan kemungkinan akan diisi oleh Philippe Coutinho di sisi kiri, Adam Lallana di tengah, dan James Milner di sisi kanan. Skill dan kemampuan yang bisa bermain di segala sisi dipastikan akan membuat pergerakan yang fleksibel di antara Coutinho, Lallana, dan Milner.

Selain Coutinho, Lallana, dan Milner, ada Henderson dan Roberto Firmino yang bisa menjadi alternatif. Firmino bisa ditempatkan di sisi kiri, sedangkan Henderson di sisi kanan. Dua posisi terdepan kemungkinan besar akan menjadi milik Daniel Sturridge dan Christian Benteke. Jika benar-benar sembuh total dari cederanya, Sturridge diyakini masih akan menjadi pilihan utama Rodgers.

Penempatan Benteke masih bisa diganti dengan menarik Firmino ke lini depan, untuk menjadi tandem Sturridge. Pasalnya, diperlukan pembuktian lebih lanjut dari Benteke untuk bisa mengunci posisi reguler dalam skuad The Anfield Gank.

Saat formasi 4-4-2 diamond diterapkan musim lalu, Sterling dan Coutinho merupakan pemain yang menjadi kunci dan diandalkan Rodgers. Lantas untuk musim ini, siapakah pemain yang akan menjadi kunci dalam skema permainan Merseyside Merah?

Dua Pemain Kunci Liverpool di Musim 2015-2016

Dalam menjalani kompetisi musim 2014-2015, Liverpool memiliki dua nama pemain yang berperan sebagai pemain kunci, yaitu Philippe Coutinho dan Raheem Sterling. Namun mengingat kini Sterling sudah tidak lagi di Anfield, siapakah yang akan menggantikan peran pemain kunci tersebut?

Coutinho dan Sterling berperan besar membawa Liverpool ke peringkat enam klasemen akhir Premier League 2014-2015. Sebagai dua pemain yang paling menonjol, mereka mampu membawa The Reds merangsek ke enam besar, usai sempat tercecer di luar 10 besar. Coutinho diyakini masih akan menjadi pemain kunci yang akan dipercaya pelatih Brendan Rodgers untuk mengatur jalannya permainan dan alur serangan Si Merah. Dengan skill yang dimiliki, tak heran memang mengapa pesepakbola internasional Brasil itu pantas diandalkan.

Tak jarang Coutinho membuat perbedaan dengan mencetak gol tunggal yang membuat Liverpool meraih tiga poin di kandang atau pun saat tandang. Tak jarang pula mantan pemain Inter Milan itu memberikan assist dan memblok umpan lawan yang ingin menembus wilayah pertahanan Merseyside Merah. Pergerakan, kemampuan dribel dan mengolah bola, kecepatan, serta akurasi umpan dan tendangan yang dimiliki Coutinho memang luar biasa. Meski tubuhnya tidak terlalu tinggi, ia bergerak lincah menyisir setiap wilayah pertahanan tim lawan.

Jika Coutinho memiliki Sterling sebagai tandem pemain kunci di musim 2014-2015, kini hal itu dipastikan takkan terjadi lagi. Kepergian Sterling ke Manchester City membuat Rodgers harus mencari tandem pemain kunci baru untuk menemani Coutinho. James Milner diprediksi dapat menjadi pemain kunci lainnya bagi Liverpool. Dengan pengalaman yang dimiliki, Milner diyakini dapat membantu The Reds tampil lebih baik dan menjaga untuk terus kompetitif sepanjang musim 2015-2016.

Selama memperkuat Manchester City dalam empat setengah musim, Milner kerap tampil impresif. Meski jumlah catatan golnya tidak terlalu tinggi, namun kontribusinya tetap terlihat melalui performa dan sumbangan assist untuk rekan-rekan timnya.

Pemain legendaris Liverpool, Steven Gerrard, pernah menyebut Milner sebagai pemain bermental juara yang selalu lapar dengan gelar. Kedatangan pilar Tim Nasional (Timnas) Inggris itu disebut Gerrard sangat sesuai dengan kebutuhan Si Merah saat ini.

Kopites tentu berharap Coutinho dan Milner dapat memberikan perbedaan yang membawa Liverpool kembali meraih kejayaan. Dengan dibantu pemain-pemain lain, seperti Jordan Henderson, Daniel Sturridge, Adam Lallana, Martin Skrtel, dan yang lainnya, hal tersebut bukan hal yang mustahil diwujudkan.

Namun yang jadi pertanyaan saat ini, seberapa besar peluang Liverpool untuk kembali meraih kejayaan? Seberapa besar peluang Liverpool mengakhiri puasa gelar Liga Inggris yang telah berjalan selama 25 tahun? Apakah The Reds akan mendapatkan gelar Liga Inggris ke-19 di tahun keempat Rodgers melatih di Anfield?

Bersambung



Lihat video: Free Kick Cantik Pemain Muda Jerman


(Fajar Anugrah Putra)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement