“Kami sedang makan siang bersama-sama dua hari lalu dan di situ kami menemukan idenya,” lanjut pria 25 tahun itu.
Sementara itu menurut Aubameyang, dirinya dibantu oleh seorang penerjemah bahasa untuk membicarakan rencana selebrasi unik tersebut bersama Reus. Ia mengakui kehadiran penerjemah menolongnya untuk beradaptasi di Jerman.
“Penerjemah bahasa saya Massimo, dia sangat membantu. Pada setiap laga babak dimulai ia membawa topeng tersebut dan berdiri di dekat gawang lawan, itulah mengapa saya dapat memakainya bersama Reus,” jelas striker didikan AC Milan itu.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.