Masalah yang Dihadapi Pembinaan Pemain Muda

Ramdani Bur, Jurnalis · Senin 15 Desember 2014 18:31 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 15 51 1079589 masalah-yang-dihadapi-pembinaan-pemain-muda-AjLFPII9UB.jpg Masalah klasik pembinaan pemain muda. (Foto ilustrasi: Antara/Aribowo Sucipto)

JAKARTA - Direktur Sekolah Sepakbola (SSB) Villa 2000, Ganesha Putra, memaparkan masalah yang dialami pembinaan sepakbola usia dini yang ada di Indonesia. Menurutnya, ada beberapa kendala yang harus dihadapi, yaitu visi menang adalah segalanya, masalah tata kelola organisasi, tata kelola kompetisi, kompensasi latihan dan masalah infrastruktur.

“Kelima faktor tersebut menjadi hal yang menyebabkan perkembangan sepakbola kita menjadi mandek, saya mengharapkan semua SSB di Indonesia mengatasi kendala tersebut, karena pemain hebat itu tidak lahir dalam satu hari, namun butuh proses yang panjang,” katanya kepada wartawan saat berbicara di diskusi bertema ‘Sudah Kerja Apa Saja PSSI’, di ruang konferensi pers Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senin (15/12/2014).

Selanjutnya, ia juga menjelaskan pentingnya pembangunan infrastruktur lapangan sepakbola, terutama di daerah-daerah. “Banyak pemain berbakat lahir di daerah, terutama di Indonesia Timur. Saya ambil contoh SSB Tulehu, di sana muncul pemain-peman hebat seperti Manahati Lestusen, Ramdani Lestaluhu, Alfin Tuassalamony dan lain-lain. Mereka berkembang di saat kondisi lapangan yang kurang memadai. Bisa dibayangkan bila lapangan di sana memiliki fasilitas yang lengkap, bukan tidak mungkin akan lahir pemain yang kualitasnya jauh leih baik dibandingkan tiga pemain yang saya sebutkan tadi,” imbuhnya.

Setelah memaparkan masalah yang dihadapi, pria yang juga bertindak sebagai praktisi sepakbola itu juga memberikan rekomendasi solusi perbaikan untuk pembinaan usia dini di Indonesia. “Pertama saya menginginkan revolusi visi menang adalah segalanya. Menurut saya kemenangan dibutuhkan proses. Selanjutnya pembinaan yang terstruktur lebih ditingkatkan, ada kompetisi yang jelas di setiap level umur, dan bangun serta perbaiki lapangan latihan, itu merupakan beberapa solusi yang bisa saya tawarkan, semoga bisa mendapat respon dari PSSI itu sendiri,” tutupnya.

(FAP)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini