“Saya sudah menyangka pertandingan takkan mudah. Saya melihat pertandingan Armenia melawan Serbia dan Denmark. Mereka menumpuk para pemain dan kemudian memiliki dua atau tiga pemain yang sangat cepat di depan. Saya pikir kami memainkan 15 menit awal yang baik, dan jika kami mampu mencetak gol segalanya akan lebih mudah,” lanjutnya.
“Kami mencoba bermain di area lawan dan mencoba memenangkan bola rebound. Seringkali pertandingan-pertandingan seperti ini menang karena pemanfaatan bola rebound. Saya pikir kemenangan ini sepenuhnya adil,” imbuh pelatih berusia 60 tahun itu.
Ronaldo sendiri menjadi pencetak gol terbanyak di kualifikasi dan turnamen Eropa dengan 23 golnya. Santos sendiri menjelaskan betapa pentingnya gol tersebut.
“Apa pentingnya rekor Cristiano Ronaldo? Rekor itu penting untuknya, untuk tim, untuk negara, dan tentu saja saya sebagai manajer,” tuntasnya.
(Fetra Hariandja)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.