ADA 5 pemain top Eropa yang dipastikan gagal bela Timnas Indonesia karena tak mendapatkan restu dari FIFA. Ya, upaya PSSI untuk memperkuat Timnas Indonesia lewat program naturalisasi dipastikan terganjal aturan ketat dari Federasi Sepakbola Dunia (FIFA).
Sesuai regulasi FIFA, seorang pemain hanya bisa dinaturalisasi dan membela tim nasional baru apabila memiliki garis keturunan maksimal dari orang tua atau kakek/nenek kandung yang lahir di negara tersebut. Jika darah keturunan berasal dari garis ke atasnya (seperti buyut atau generasi keempat), maka jalur naturalisasi keturunan otomatis tertutup.
Karena regulasi tersebut, sejumlah pemain keturunan Indonesia pun tak bisa dinaturalisasi. Lantas siapa saja mereka?
Pemain yang kini membela klub Eredivisie (Liga Belanda), NEC Nijmegen, ini menjadi salah satu nama besar yang sempat gencar dikaitkan dengan Timnas Indonesia. Mantan bek Paris Saint-Germain (PSG), Bayer Leverkusen, dan Atalanta tersebut sebelumnya diperkirakan memiliki darah Indonesia dari akar keluarganya di Maluku.
Namun, hasil penelusuran PSSI mengonfirmasi darah Indonesia yang dimiliki Bakker berasal dari generasi buyutnya (garis keturunan ketiga). Kondisi ini membuat PSSI tidak dapat melanjutkan proses perpindahan kewarganegaraannya karena dokumennya tidak memenuhi syarat eligible yang ditetapkan FIFA.
Bek tangguh setinggi 186 cm milik klub kasta teratas Liga Belanda, PSV Eindhoven, ini sempat menarik perhatian warganet usai beberapa kali memberikan respons positif terkait Timnas Indonesia di media sosial.
Meski tampil menjanjikan dan telah mengemas gol bersama PSV, PSSI pada akhirnya tidak bisa memproses pemain eks FC Utrecht tersebut. Penyebabnya sama, yakni garis keturunan Indonesia yang dimiliki Flamingo berasal dari sang buyut.