Lebih lanjut, Konate menilai akan menjadi blunder besar jika Prancis hanya terpaku untuk mematikan pergerakan Lamine Yamal seorang. Spanyol dinilainya memiliki kedalaman skuad yang merata di setiap lini.
Menurut Konate, memfokuskan pertahanan hanya pada satu individu sangatlah berbahaya. Ia mengingatkan seluruh penggawa tim Matador memiliki kualitas yang sama baiknya untuk menciptakan pembeda di lapangan.
Di sisi lain, laga ini juga membawa memori kelam kekalahan Prancis dari Spanyol di semifinal Piala Eropa (Euro) 2024 lalu. Namun, Konate optimistis cerita di Piala Dunia kali ini akan sangat berbeda karena kondisi tim yang jauh lebih matang.
"Itu adalah pertandingan yang sangat sulit. Namun jika diingat kembali, lini pertahanan kami saat itu hampir baru pertama kali bermain bersama dan belum memiliki chemistry yang solid," tutup Konate.
(Rivan Nasri Rachman)