Namun, begitu peluit panjang berbunyi dan Argentina dipastikan lolos berkat aksi heroik Messi, harga tiket langsung melonjak drastis menembus angka USD2.000 (Rp36 juta). Kondisi ini membuktikan bertahannya Argentina secara tidak langsung telah menyelamatkan potensi kerugian jutaan dolar yang bisa dialami penyelenggara jika sang megabintang tersingkir lebih awal.
Kemenangan penuh kontroversi atas Mesir ini tak pelak kembali menyulut teori konspirasi yang menyebut adanya perlakuan istimewa dari FIFA terhadap Argentina. Kritik tajam pun datang dari penyerang Mesir, Mostafa Ziko, yang secara terbuka menuduh turnamen ini telah diatur demi meloloskan sang juara bertahan.
Tudingan miring tersebut semakin diperkuat oleh rentetan keputusan kontroversial yang menguntungkan Argentina sepanjang turnamen bergulir. Sebelum insiden penganuliran gol Mesir, Messi sendiri sempat lolos dari kartu merah di fase grup melawan Aljazair setelah tertangkap kamera menginjak betis pemain lawan, namun baik wasit maupun VAR memilih untuk mengabaikannya.
Meskipun pernyataan dari kubu Mesir terkesan sangat emosional akibat kekalahan yang menyakitkan, rentetan keputusan pengadil lapangan yang condong ke satu pihak membuat FIFA kini menghadapi tekanan publik yang besar.
(Rivan Nasri Rachman)