Tuchel Kritik Kinerja Wasit Usai Singkirkan Meksiko di Piala Dunia 2026

Erha Aprili Ramadhoni, Jurnalis
Selasa 07 Juli 2026 11:59 WIB
Tuchel Kritik Kinerja Wasit Usai Singkirkan Meksiko di Piala Dunia 2026 (Dok FIFA)
Share :

JAKARTA - Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, mengkritik kinerja wasit di Piala Dunia 2026. Hal itu disampaikannya usai Timnas Inggris mengalahkan Meksiko di babak 16 besar Piala Dunia 2026

Dalam pertandingan yang digelar di Estadio Azteca, Mexico City, Meksiko Senin (6/7/2026) pagi WIB, The Three Lions menang 3-2. Namun, Timnas Inggris harus bermain dengan 10 pemain setelah Jarell Quansah pada menit ke-54. Skuad asuhan Tuchel itu juga dihukum penalti pada babak kedua. 

1. Tuchel Kritik Wasit

Pertandingan tersebut dipimpin Alireza Faghani yang berasal dari Australia.  Tuchel menegaskan, kinerja wasit yang buruk dapat membuat tim manapun tersingkir di Piala Dunia 2026. 

“(Wasit yang buruk) dapat membuat tim mana pun tersingkir,” kata Tuchel," ujarnya melansir Sky Sports, Selasa (7/7/2026). 

TImnas Inggris usia menang atas Meksiko 16 besar Piala Dunia 2026 (Instagram/@england)

“Dapat membuat tim mana pun tersingkir kapan saja. Itu tidak cukup baik, itu tidak konsisten dan tidak dapat diandalkan dalam pertandingan," lanjutnya.

Ia juga menyoroti sejumlah keputusan-keputusan kecil yang diambil. Bahkan, Tuchel secara terang-terangan menyebut wasit tidak berada di level yang seharusnya. 

“Ini bukan hanya tentang keputusan besar. Keputusan-keputusan kecil, konsistensi dalam pengambilan keputusan – seperti berada di depan pengadilan dan Anda tidak tahu apa yang akan terjadi. Mereka tidak berada di level yang seharusnya," tuturnya. 

Pasalnya, Piala Dunia merupakan turnamen paling bergengsi. Tim-tim nonunggulan yang ikut serta pada turnamen yang digelar 4 tahun sekali itu mampu menampilkan performa terbaik di level tertinggi. Karena itu pula, ia menilai, dibutuhkan wasit dengan level tertinggi pula untuk mempimpin pertandingan Piala Dunia. 

 

“Kita sekarang bermain di level tinggi, level yang sangat tinggi. Bahkan yang disebut underdog, yang disebut negara-negara kecil, mereka bermain di level tertinggi. Kita bermain melawan Kongo, Tanjung Verde – mereka bermain di level tertinggi. Kita membutuhkan wasit dengan level tertinggi. Permainan telah berubah secara besar-besaran dan itu tidak cukup baik untuk para pemain," tuturnya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya