"Menurut saya itu (tersingkirnya Belanda dan Jerman) membantu kami menenangkan diri. Jarak antar tim sangat rapuh. Pertandingan sangat ketat dan itu membantu kami untuk tidak berharap terlalu banyak, dan melihat dengan tepat apa yang terjadi di Piala Dunia ini,” sambung Tuchel.
Secara khusus, mantan pelatih Chelsea itu memuji organisasi pertahanan tim-tim non-unggulan di turnamen tahun ini yang dinilainya berada di level tertinggi. Situasi ini membuat tim raksasa selalu frustrasi untuk membongkar lini belakang lawan, terutama saat menghadapi musuh yang tampil lepas tanpa beban.
Di atas kertas, RD Kongo saat ini menempati peringkat 46 FIFA, terpaut sangat jauh dari Inggris yang bertengger di posisi ke-4 dunia. Kendati demikian, Tuchel tetap memprediksi laga nanti akan berjalan sangat alot, serupa dengan ujian berat yang sempat diberikan Ghana dan Panama kepada Inggris di fase grup.
"Lawan kami akan memasuki lapangan dengan status sebagai tim yang tidak diunggulkan, dan sejujurnya, itu selalu menjadi peran yang jauh lebih nyaman dan minim tekanan," pungkas Tuchel.
(Rivan Nasri Rachman)