Gugurnya Jerman dan Belanda Bikin Thomas Tuchel Bersyukur, Inggris Makin Siap Hadapi 32 Besar Piala Dunia 2026

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Rabu 01 Juli 2026 14:26 WIB
Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel (kiri). (Foto: Instagram/england)
Share :

KEJUTAN besar yang menimpa Tim Nasional (Timnas) Jerman dan Belanda di Piala Dunia 2026 tidak hanya mengguncang panggung sepak bola dunia, tetapi juga mengubah cara Timnas Inggris bersiap. Pelatih Timnas Inggris, Thomas Tuchel, menegaskan kegagalan tragis dua raksasa Eropa tersebut menjadi peringatan keras agar anak asuhnya selalu waspada dan pantang untuk anggap remeh lawan.

Menjelang laga krusial babak 16 besar melawan Republik Demokratik (RD) Kongo, pada Rabu (1/7/2026) malam WIB, Tuchel sengaja meluangkan banyak waktu untuk membahas berbagai drama yang baru saja terjadi. Meskipun Inggris jauh lebih diunggulkan untuk melenggang ke perempatfinal, arsitek taktik asal Jerman itu tidak ingin pasukannya masuk ke lapangan dengan rasa jemawa.

1. Sengitnya Fase Gugur

Menurut analisis Tuchel, kekalahan Jerman dari Paraguay serta runtuhnya Belanda di tangan Maroko menjadi bukti sahih bahwa jurang pemisah antartim kini semakin menipis. Ia menekankan atmosfer fase gugur selalu penuh risiko, di mana tim-tim underdog siap menciptakan kejutan jika tim unggulan kehilangan fokus.

"Inilah esensi sejati dari sepak bola fase gugur. Laga seperti Maroko vs Belanda terasa seperti perempatfinal atau semifinal, bahkan duel Brasil kontra Jepang punya tensi yang layak terjadi di perebutan tiket semifinal turnamen mana pun," ungkap Tuchel, mengutip dari The Thao 247, Rabu (1/7/2026).

Tuchel juga menyoroti bagaimana Kanada mampu mencetak gol penentu di masa injury time kontra Afrika Selatan. Belum lagi drama Maroko yang menang dramatis atas Belanda, serta nasib nahas Jerman yang harus pulang lebih awal setelah melewati babak adu penalti yang menegangkan.

Laga sengit Timnas Jerman vs Paraguay di 32 besar Piala Dunia 2026 Albirroja

2. Persiapan Hadapi Kongo

Bagi Tuchel, rentetan hasil tak terduga ini justru membawa dampak positif tersendiri untuk menenangkan ruang ganti Inggris agar tidak terbuai status kandidat juara. Jarak kualitas antartim di Piala Dunia kali ini dinilai sangat rapuh, membuat setiap pertandingan berjalan sangat ketat dan memaksa semua orang melihat realitas kompetisi secara objektif.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya