"Tidak, saya tidak melihat hal itu. Saya tidak menerima reaksi apa pun dari siapa pun. Namun, pelatih Belgia yang terhormat (Rudi Garcia) sempat mengatakan dalam konferensi persnya bahwa kita di sini untuk sepak bola, bukan politik,” tambahnya.
Ghalenoei menegaskan kekecewaannya murni diarahkan kepada sikap penyelenggara Piala Dunia terhadap timnya.
"Keluhan kami adalah tentang bagaimana mereka (panitia) memperlakukan kami. Saya belum mendengar apa pun dari pelatih lain, mereka sibuk dengan timnya masing-masing. Jika posisinya di balik, saya pasti akan merespons mereka," imbuh Ghalenoei.
Meski fokus para pemain sempat terganggu oleh isu visa dan berbagai drama di luar lapangan, Iran dituntut tampil maksimal demi menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Sejauh ini Iran baru mengoleksi dua poin (Selandia Baru 2-2, Belgia 0-0), selanjutnya laga pamungkas melawan Mesir akan menjadi penentu hidup dan mati mereka.
(Rivan Nasri Rachman)