Ketegangan Politik Warnai Laga Timnas Belgia vs Iran di Piala Dunia 2026, Penonton Hina Lagu Kebangsaan Team Melli

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Senin 22 Juni 2026 14:11 WIB
Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/teammellifootball)
Share :

LOS ANGELES – Ketegangan sempat terjadi ketika laga Tim Nasional (Timnas) Iran vs Belgia di Piala Dunia 2026 berlangsung, tepatnya di Stadion SoFi, Los Angeles, pada Senin (22/6/2026) dini hari WIB. Momen itu terjadi saat lagu kebangsaan Iran dikumandangkan menjelang laga kedua Grup G melawan Belgia.

1. Lagu Kebangsaan Iran Dihina

Sama seperti pertandingan pekan lalu saat Team Melli –julukan Timnas Iran– ditahan Selandia Baru 2-2, cemoohan kembali menggema di sekeliling Stadion SoFi saat lagu kebangsaan Iran diputar. Meski tidak diketahui pasti kelompok suporter mana yang memulai, kehadiran penonton netral asal Amerika Serikat diduga kuat ikut memicu reaksi keras tersebut, mengingat konflik geopolitik yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan terus mendominasi pemberitaan menjelang turnamen musim panas ini.

Di luar lapangan, situasi internal Iran tidak kalah pelik. Pelatih Timnas Iran, Amir Ghalenoei, mengungkapkan rasa frustrasinya dan mengaku merasa dirampok oleh perlakuan penyelenggara Piala Dunia. Skuad Iran baru bisa mendarat di Los Angeles pada Sabtu siang waktu setempat setelah FIFA gagal menyelesaikan kekacauan jadwal penerbangan mereka tepat waktu.

Ghalenoei bahkan mengklaim dirinya merasa dikucilkan oleh 47 pelatih negara peserta lainnya di turnamen ini.

"Kami menghadapi banyak sekali tantangan, terutama di luar lapangan. Saya sempat melemparkan pertanyaan kepada 47 pelatih lainnya, tetapi tidak ada satu pun dari mereka yang memberikan respons,” ungkap Ghalenoei, dilansir dari Yahoo Sports, Senin (22/6/2026).

Timnas Iran di Piala Dunia 2026. (Foto: Instagram/teammellifootball)

2. Iran Merasa Dikucilkan

Ketika ditanya apakah ia merasakan solidaritas dari negara lain, Ghalenoei menjawab dengan ketus. Ia menilai para pelatih lain tak menunjukkan dukungan sama sekali dengan kehadiran Iran di Piala Dunia 2026 tersebut.

 

"Tidak, saya tidak melihat hal itu. Saya tidak menerima reaksi apa pun dari siapa pun. Namun, pelatih Belgia yang terhormat (Rudi Garcia) sempat mengatakan dalam konferensi persnya bahwa kita di sini untuk sepak bola, bukan politik,” tambahnya.

Ghalenoei menegaskan kekecewaannya murni diarahkan kepada sikap penyelenggara Piala Dunia terhadap timnya.

Iran main Imbang Lawan Selandia Baru (Foto: X/@brfootball)

"Keluhan kami adalah tentang bagaimana mereka (panitia) memperlakukan kami. Saya belum mendengar apa pun dari pelatih lain, mereka sibuk dengan timnya masing-masing. Jika posisinya di balik, saya pasti akan merespons mereka," imbuh Ghalenoei.

Meski fokus para pemain sempat terganggu oleh isu visa dan berbagai drama di luar lapangan, Iran dituntut tampil maksimal demi menjaga asa lolos ke babak 32 besar. Sejauh ini Iran baru mengoleksi dua poin (Selandia Baru 2-2, Belgia 0-0), selanjutnya laga pamungkas melawan Mesir akan menjadi penentu hidup dan mati mereka.

(Rivan Nasri Rachman)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya