Lebih lanjut, mantan kapten Timnas Prancis itu paham bila Camavinga akan kecewa berat. Namun, situasi ini justru bakal menjadi ujian bagus agar meningkatkan performa di masa depan.
“Cama termasuk mereka yang kecewa. Dia masih muda. Pada Maret (2026), dia ada di skuad,” aku Deschamps.
“Saya tidak mempertanyakan apa yang bisa dia lakukan. Tapi, hari ini, dia berhak marah pada saya. Saya paham,” tandasnya.
Tipisnya stok gelandang tengah membuat Deschamps dan Prancis harus benar-benar cermat di Piala Dunia 2026. Satu saja mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu, keseimbangan bisa goyah!
(Wikanto Arungbudoyo)