TIMNAS Belgia datang ke Piala Dunia 2026 dengan beban sejarah sekaligus harapan besar di bawah komando pelatih anyar, Rudi Garcia. Dikenal dengan julukan De Rode Duivels atau The Red Devils, tim berbaju khas merah-hitam ini selama satu dekade terakhir lekat dengan label "Generasi Emas".
Turnamen 2026 ini menjadi kesempatan terakhir bagi Belgia untuk menutup era generasi emas dengan hasil yang lebih membanggakan, sekaligus mengukir warisan yang lebih terhormat di panggung dunia. Mampukah Kevin de Bruyne dan tim mewujudkannya?
Timnas Belgia termasuk salah satu wakil Eropa yang cukup konsisten tampil di ajang Piala Dunia. Sejak edisi perdana pada 1930 di Uruguay, mereka sudah ikut ambil bagian dalam turnamen tersebut.
Puncak prestasi Belgia terjadi pada Piala Dunia 2018, saat finis di posisi ketiga, yang menjadi prestasi terbaik mereka sejauh ini di turnamen sepak bola terakbar di dunia tersebut.
Generasi emas Timnas Belgia yang dipimpin Kevin De Bruyne, Eden Hazard, Thibaut Courtois, dan Romelu Lukaku ketika itu tampil eksplosif dan mampu menyingkirkan tim-tim besar, termasuk Brasil di perempat final.
Namun setelah puncak itu, performa Belgia mengalami kemerosotan. Pada Piala Dunia 2022, Belgia tersingkir di fase grup. Mereka hanya mampu menempati peringkat ketiga Grup F, setelah kalah bersaing dari Maroko dan Kroasia. Kegagalan di Qatar menjadi tamparan keras yang kini mendorong transformasi besar dalam tubuh skuad.
Timnas Belgia bakal diasuh Rudi Garcia di Piala Dunia 2026. Pria berusia 62 tahun tersebut resmi ditunjuk sebagai pelatih De Rode Duivels pada 24 Januari 2025, menggantikan peran Domenico Tedesco.
Fokus utama Garcia adalah membangun keseimbangan antara para veteran yang menjadi tulang punggung tim dengan pemain muda yang siap mengambil alih tongkat estafet