"Sejujurnya, saya merasa lega ketika pertandingan berakhir. Saya jarang merasa seputus asa ini saat menonton mereka," sambung Kroos.
Meski babak kedua berjalan lebih seimbang, Kroos merasa Madrid hanya bermain formalitas dan tidak memiliki level yang cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Di tengah keterpurukan ini, kursi kepelatihan yang diduduki Alvaro Arbeloa dilaporkan sedang di ujung tanduk. Arbeloa dinilai gagal mengendalikan ego para pemain bintang, serupa dengan kesulitan yang dialami pendahulunya, Xabi Alonso.
Nama Jose Mourinho kini muncul sebagai kandidat kuat yang didukung oleh Presiden Florentino Perez untuk kembali menahkodai klub.
Selain isu manajerial, muncul kabar menarik mengenai potensi kembalinya Toni Kroos ke Santiago Bernabeu dalam peran baru. Laporan menyebutkan bahwa klub ingin Kroos mengikuti jejak Zinedine Zidane, yang memulai karier pasca-pensiun sebagai duta klub sebelum akhirnya bertransformasi menjadi pelatih kepala yang sukses.
(Rivan Nasri Rachman)