Kenyataan pahit yang harus ia terima saat dirawat intensif di ICU karena tidak ada obat atau vaksin yang efektif untuk melawan hantavirus.
Dokter menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk bertahan adalah menunggu tubuh membentuk antibodinya sendiri. Tidak ada jalan pintas. Tidak ada terapi yang bisa mempercepat proses itu.
Hasenhüttl menyebut masa-masa kristis di ICU sebagai pengalaman paling berat dalam hidupnya. Ia harus memantau kondisi tubuh dari hari ke hari tanpa kepastian kondisinya akan membaik atau tidak.
Singkat cerita, setelah dua minggu berjuang menjalani perawatan intensif, kondisinya perlahan membaik. Antibodi dalam tubuh mulai bekerja dan organ-organ vitalnya kembali stabil.
Kisah Ralph Hasenhüttl dan pengalamannya melawan hantavirus mematikan ini adalah pengingat keras bahwa ancaman kesehatan bisa datang dari tempat yang paling tidak terduga. Terlebih wabah ini kembali mencuat dan menyebabkan tiga orang meninggal dunia.
(Dian AF)