Lebih lanjut, Rubio memperingatkan agar rombongan yang dibawa ke AS benar-benar berstatus sebagai pemain profesional. Mereka tidak akan memberikan toleransi jika ada personel keamanan atau intelijen yang datang dengan menyamar sebagai pendukung.
“Mereka tidak bisa membawa sekelompok teroris IRGC ke negara kami dan berpura-pura menjadi jurnalis dan pelatih (untuk) atlet,” tandasnya.
Sikap AS dan Iran yang berubah-ubah memicu kabar adanya playoff tambahan. Ajang itu akan digelar untuk mencari pengganti Team Melli jika sewaktu-waktu memutuskan mundur.
FIFA juga tidak menolak atau membantah dengan tegas perihal playoff tambahan itu. Kabarnya, semua akan diputuskan, termasuk nasib Iran, dalam pertemuan di Vancouver, Kanada, pada 30 April 2026.
(Wikanto Arungbudoyo)