Dean James dan kawan-kawan dilarang beraktivitas bersama klub masing-masing mulai awal pekan ini. Mereka dilarang melakukan aktivitas hingga Federasi Sepakbola Belanda (KNVB) menemukan solusi untuk pemain-pemain non Uni Eropa yang dulunya berpaspor Belanda. Ambil contoh Dean James.
Ketika memperpanjang kontrak bersama Go Ahead Eagles pada Januari 2025, Dean James masih memegang paspor Belanda. Untuk pemain lokal, tidak ada aturan baku yang ditetapkan perihal gaji pemain.
Alhasil, Dean James dikabarkan menerima bayaran Rp2,5 miliar per tahun. Per Februari 2025, Dean James beralih paspor dari Belanda ke Indonesia. Peralihan status itu membuat Dean James tak lagi menyandang pemain lokal, melainkan pemain non Uni Eropa.
Bagi pemain non Uni Eropa di Eredivisie, gaji minimal yang harus diterima adalah 600.000 euro atau setara Rp11 miliar per tahun. Dalam hal ini, Go Ahead Eagles tidak menaikkan kontrak Dean James karena dalam pandangan mereka, kontrak sang pemain masih berlaku hingga 30 Juni 2028.
Namun, salah satu klub Eredivisie, NAC Breda, melihat ada celah yang bisa dimaksimalkan setelah mereka kalah 0-6 dari Go Ahead Eagles yang diperkuat Dean James. Mereka menganggap Dean James tidak memiliki izin kerja.
Sekarang KNVB sedang melakukan penyelidikan. Selama proses penyelidikan, Nathan Tjoe A-On, Dean James dan Tim Geypens dibekukan klub masing-masing. Kesimpulannya, kesalahan praktis ada di klub, bukan di pemain maupun PSSI.
(Ramdani Bur)