ZENICA – Alessandro Bastoni jadi pesakitan usai Timnas Italia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Bek Inter Milan itu dianggap sebagai penyebab Gli Azzurri takluk dari Timnas Bosnia & Herzegovina di Playoff Piala Dunia 2026 Zona Eropa.
Italia disingkirkan Timnas Bosnia & Herzegovina via adu penalti dengan skor 1-4 usai bermain 1-1 sepanjang 120 menit. Laga tersebut digelar di Stadion Bilino Polje, Zenica, Bosnia & Herzegovina, Rabu (1/4/2026) dini hari WIB.
Sesungguhnya, Italia unggul duluan lewat gol Moise Kean (15’). Namun, mereka harus bermain dengan 10 orang setelah Bastoni dikartu merah wasit pada menit ke-41. Bertarung melawan 11 pemain jelas tidak mudah.
Gawang Gianluigi Donnarumma akhirnya jebol di menit ke-79 lewat Haris Tabakovic. Skor 1-1 bertahan hingga usai. Babak tambahan 2x15 menit juga tidak menghasilkan pemenang sehingga adu penalti harus digelar.
Di momen ini, Italia bak terkena kutukan. Dua dari tiga algojo gagal menuntaskan tugasnya. Sementara, empat penendang Bosnia & Herzegovina dengan mulus menaklukkan Donnarumma.
Tak pelak, Bastoni langsung jadi pesakitan. Pelatih Gennaro Gattuso pun dianggap keras kepala lantaran sang bek sebelumnya sempat memicu kontroversi di Serie A atau Liga Italia 2025-2026.
Ya, Bastoni disorot usai laga Inter Milan vs Juventus yang berakhir 3-2 pada Februari 2026. Bek berusia 26 tahun itu dituduh diving sehingga pemain belakang Bianconeri Pierre Kalulu diusir wasit.
Bastoni makin dicerca gara-gara terlihat merayakan kartu merah yang menimpa Kalulu layaknya baru saja mencetak gol atau memenangi pertandingan. Suporter Timnas Italia lalu ramai-ramai meminta Gattuso tidak memanggilnya karena dianggap memalukan.
Seakan kena karma, Bastoni lagi-lagi terlibat dalam kontroversi pada laga penentuan ke Piala Dunia. Ia terkena kartu merah dalam momen yang sebetulnya krusial bagi Italia.
Kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026 jelas aib bagi Timnas Italia yang merupakan juara dunia empat kali. Sebab, mereka sudah tidak berpartisipasi di ajang itu pada 2018 dan 2022 alias tiga kali beruntun absen.
(Wikanto Arungbudoyo)