Meskipun dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Tanah Air, Bambang Hartono memiliki profil unik sebagai atlet senior yang kompetitif. Kecintaannya pada cabang olahraga bridge sejak tahun 1951 bukan sekadar hobi, melainkan sarana mengasah strategi pengambilan keputusan yang ia terapkan dalam memimpin Grup Djarum.
Michael Bambang Hartono bahkan berjasa besar melobi petinggi Komite Olimpiade Asia (OCA) agar bridge bisa dipertandingkan di Asian Games 2018. Dedikasinya berbuah manis saat ia meraih medali perunggu di usia 78 tahun pada Asian Games 2018, menjadikannya peraih medali tertua dalam kontingen Indonesia.
Atas darma baktinya yang luar biasa, termasuk perolehan medali di Kejuaraan Dunia 2008 hingga 2010, Presiden Joko Widodo menganugerahinya tanda kehormatan Satyalancana Dharma Olahraga pada tahun 2020. Kini, sang pionir telah tiada, namun jejak strateginya baik di atas meja kartu maupun di balik kemajuan sepak bola Como akan terus menjadi inspirasi.
(Rivan Nasri Rachman)