AMSTERDAM – Debut Maarten Paes bersama Ajax Amsterdam menuai pujian setinggi langit dari sang pelatih interim, Fred Grim. Meski baru pertama kali mengawal gawang de Godenzonen, kiper Timnas Indonesia tersebut dinilai tampil luar biasa dan mampu menjawab keraguan publik dengan performa yang sangat solid.
Kesempatan debut Maarten itu datang pada lanjutan Liga Belanda 2025-2026 saat Ajax menghadapi NEC Nijmegen, Sabtu 21 Februari 2026 lalu. Dalam pertandingan tersebut, Maarten langsung dipercaya turun sebagai starter.
Kepercayaan itu diberikan setelah kiper utama, Vitezslav Jaros, mengalami cedera. Situasi tersebut membuat Maarten yang sebelumnya menjadi pelapis harus siap tampil sejak menit awal.
Tak butuh waktu lama, Maarten menunjukkan kapasitasnya sebagai penjaga gawang berkualitas. Mantan kiper FC Dallas itu mencatatkan tujuh penyelamatan penting sepanjang pertandingan dan tampil cukup solid di bawah mistar.
Meski begitu, debutnya belum berujung manis karena Ajax hanya mampu bermain imbang 1-1 di kandang sendiri. Hasil tersebut membuat kemenangan yang diharapkan publik tuan rumah harus tertunda.
Grim menilai keputusan memainkan Maarten bukanlah langkah sesaat. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan bagian dari rencana jangka panjang tim.
"Jika Anda membuat pilihan ini, Anda tidak melakukannya hanya untuk satu pertandingan. Saya sangat puas dengan penampilan Maarten, terutama mengingat dia sudah lama tidak bermain," kata Grim dilansir dari ELF Voetbal, Senin (23/2/2026).
"Dia melakukan beberapa penyelamatan hebat dan sangat penting," tambahnya.
Di sisi lain, Maarten mengaku bangga bisa menjalani debut bersama klub sebesar Ajax Amsterdam. Namun, dia tetap menyoroti hasil imbang yang dianggap kurang memuaskan bagi tim.
"Ini adalah pencapaian yang luar biasa untuk melakukan debut saya di klub yang begitu hebat. Tapi sebagai Ajax, Anda selalu ingin menang. NEC membuat kami kesulitan. Hasil ini mengecewakan bagi kami, terutama dalam perjuangan untuk lolos ke Liga Champions," sambung Maarten.
"Kami akan memberikan segalanya untuk itu dalam periode mendatang," tegasnya.
Kiper Timnas Indonesia itu juga mengaku sempat terkejut karena mendapatkan kesempatan lebih cepat dari perkiraan. Sebelumnya, dia menyadari posisinya berada di belakang Jaros dalam hierarki penjaga gawang.
“Saya tahu bahwa saya akan berada di belakang Jaros selama enam bulan pertama. Di musim panas, semuanya akan terbuka kembali. Saya menerima peran yang akan diberikan pelatih kepada saya," ungkap Maarten.
"Tetapi saya yakin dapat menunjukkan kemampuan saya dan memenangkan persaingan baru," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)