Perihal tudingan ini, Erick belum bereaksi. Pada September 2025, ia pernah membantah keterlibatannya dengan skandal dokumen palsu pemain naturalisasi Malaysia.
“Kami tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” ujar Erick.
“Dan kami tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara. Tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju. Ingin sepakbolanya bagus, ingin bulu tangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia, olahraga-olahraga kita ingin maju, ya kami harus lakukan itu,” tegasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)