"Lalu juga memberikan kesempatan kepada para pemain yang tidak mendapatkannya saat Maret atau Juni di kalender FIFA. Untuk memberikan kesempatan kepada para pemain muda, namun dengan skala yang jauh lebih besar," tambahnya.
Lebih lanjut, Herdman menilai kehadiran Piala AFF 2026 sangat tepat untuk dirinya yang berstatus sebagai pelatih baru Timnas Indonesia. Pelatih berusia 50 tahun itu juga menganggap Piala AFF mirip seperti Gold Cup, turnamen konfederasi saat dirinya menangani Timnas Kanada.
"Jadi, saya pikir struktur dari turnamen tersebut sebagai seorang pelatih baru itu sempurna. Anda punya kesempatan untuk menggunakan kolam yang jauh lebih besar, dan itu mirip dengan apa yang kita lakukan di CONCACAF dengan Gold Cup," sambung Herdman.
"Kita tidak punya akses untuk mendatangkan Alphonso Davies atau Jonathan David untuk turnamen itu. Anda harus menggunakan pemain lokal dan kolam yang jauh lebih besar. Dan, Anda bisa belajar dan melihat pemain di situasi itu," pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)