Jumlah itu jelas jauh lebih tinggi dari Pratama Arhan yang hanya sebesar 4,35 miliar, Shayne Pattynama dengan Rp8,69 miliar, serta Nathan Tjoe-A-On yang memiliki harga pasar sebesar Rp6,08 miliar.
Bahkan ketiga harga pasaran dari ketiga pmain itu digabung, maka jumlahnya hanya sebesar Rp19,12 miliar saja. Jumlah ini jelas masih terpaut jauh dengan nilai pasar Calvin Verdonk seorang diri.
Kendati demikian, semuanya tetap kembali sesuai dengan kebutuhan taktis dari Shin Tae-yong. Karena bagaimanapun, sang pelatih lebih paham apa yang diperlukan oleh tim untuk bisa menang di setiap pertandingan.
Belum lagi, Calvin Verdonk masih membutuhkan persetujuan FIFA untuk bisa mulai bermain bersama Timnas Indonesia di kompetisi resmi. Untuk itu, para bek kiri skuad garuda yang lain masih dapat bernafas lega karena posisi mereka belum akan tergeser.
Menarik menyaksikan penampilan Calvin Verdonk di posisi bek kiri Timnas Indonesia di masa mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)