HARGA pasaran Calvin Verdonk ternyata kalahkan gabungan harga pasaran tiga bek kiri Timnas Indonesia lainnya, yakni Pratama Arhan, Shayne Pattynama, dan Nathan Tjoe A On.
Pemain NEC Nijmegen, Calvin Verdonk mendapat persetujuan dari Komisi X DPR RI untuk dapat menjadi seorang WNI. Lalu selang dua hari, ia langsung mengambil sumpah kewarganegaraan untuk merampungkan proses naturalisasinya.
Calvin Verdonk merupakan pemain kelahiran Dordrecht, Belanda, 6 April 19997. Darah keturunan Indonesia yang mengalir di tubuhnya berasal dari sang ayah, Ronald Alting Siberg yang merupakan pria asal Meulaboh, Aceh yang lahir pada 6 Februari 1958.
Verdonk saat ini merupakan bagian dari skuad tim kasta teratas Liga Belanda, NEC Nijmegen. Di klub tersebut adalah pemain andalan yang mengisi pos bek kiri. Di musim 2023-2024 kemarin, ia bahkan bermain dalam 33 laga dengan mencetak 2 gol dan 2 assist.
Kehadiran Calvin Verdonk ke skuad Timnas Indonesia membuat stok bek kiri skuad garuda menjadi menumpuk. Selain dirinya, lebih dulu ada nama pemain lain seperti Pratama Arhan, Shayne Pattynama, dan juga Nathan Tjoe-A-On. Ini tentu akan membuat persaingan di posisi tersebut semakin sengit.
Meski begitu, Calvin Verdonk tampaknya menjadi pemain yang lebih diunggulkan akan menjadi pilihan utama Shin Tae-yong. Sebab, sang pemain telah memiliki pengalaman yang lebih banyak dan skill yang lebih mumpuni.
Menilik dari harga pasarannya saja, Calvin Verdonk memiliki harga pasar yang jauh lebih tinggi dibanding tiga bek kiri Timnas Indonesia lainnya, yakni sebesar Rp43,45 miliar.
Jumlah itu jelas jauh lebih tinggi dari Pratama Arhan yang hanya sebesar 4,35 miliar, Shayne Pattynama dengan Rp8,69 miliar, serta Nathan Tjoe-A-On yang memiliki harga pasar sebesar Rp6,08 miliar.
Bahkan ketiga harga pasaran dari ketiga pmain itu digabung, maka jumlahnya hanya sebesar Rp19,12 miliar saja. Jumlah ini jelas masih terpaut jauh dengan nilai pasar Calvin Verdonk seorang diri.
Kendati demikian, semuanya tetap kembali sesuai dengan kebutuhan taktis dari Shin Tae-yong. Karena bagaimanapun, sang pelatih lebih paham apa yang diperlukan oleh tim untuk bisa menang di setiap pertandingan.
Belum lagi, Calvin Verdonk masih membutuhkan persetujuan FIFA untuk bisa mulai bermain bersama Timnas Indonesia di kompetisi resmi. Untuk itu, para bek kiri skuad garuda yang lain masih dapat bernafas lega karena posisi mereka belum akan tergeser.
Menarik menyaksikan penampilan Calvin Verdonk di posisi bek kiri Timnas Indonesia di masa mendatang.
(Rivan Nasri Rachman)