JAKARTA –Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga, bereaksi atas ucapan Muhammad Tahir yang minta pemain naturalisasi diadu dengan pemain lokal. Arya meminta hal tersebut tidak dijadikan polemik. Arya menegaskan setiap pemain keturunan memiliki hak untuk membela Timnas Indonesia.
Belakangan ini, nama Tahir ramai menjadi perbincangan. Pasalnya, gelandang PSBS Biak itu menyampaikan kalau kualitas pemain naturalisasi dan lokal saat ini tidak jauh berbeda. Hal ini disampaikan lantaran saat ini cukup banyak pemain keturunan yang membela Timnas Indonesia.
Sampai-sampai, Tahir meminta PSSI untuk melakukan uji tanding antara pemain lokal versus naturalisasi. Terang saja pernyataan ini menimbulkan pro dan kontra. Tak sedikit warganet yang cukup geram dengan pernyataan dari eks pemain Persipura Jayapura tersebut.
Menanggapi hal ini, Arya menyampaikan kalau para pemain naturalisasi memiliki hak yang sama dengan pemain lokal untuk bisa membela Merah Putih. Hal ini selama para pemain tersebut benar-benar memiliki garis keturunan Indonesia.
“Mengenai pemain naturalisasi, sepanjang punya darah Indonesia baik nenek atau kakeknya, maka dia punya hak,” kata Arya kepada wartawan termasuk MNC Portal Indonesia pada Selasa 2 April 2024.
“Jadi, semua orang diaspora itu berhak sepanjang dia punya darah Indonesia,” sambungnya kemudian.
Lebih lanjut, Arya mengakui bahwa pemain Liga 1 memiliki kualitas yang apik. Dia memberikan contoh Ramadhan Sananta yang kerap menjadi langganan dipanggil Shin Tae-yong untuk membela Timnas Indonesia.
Terlebih, saat ini Sananta berhasil masuk daftar top skor pada Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pemain Persis Solo itu telah mengemas empat gol, melampaui bintang Timnas Argentina, Lionel Messi yang baru cetak tiga gol. Maka dari itu, Arya tak ingin antara pemain keturunan dan lokal dijadikan polemik.
“Yang pasti kalau pemain lokal dari Liga 1 bagus pasti muncul kok. Kita lihat siapa sekarang top skor di timnas Indonesia? Sananta kan? Dia bahkan kalahin Messi (di daftar top skor Kualifikasi Piala Dunia 2026),” ujar Arya.
“Itu artinya kalau memang dia berkualitas, jadi jangan dipolemik,” pungkas Arya.
(Djanti Virantika)