Sebelum pecahnya perang Palestina-Israel, para pemain sepakbola Palestina kerap menjadi sasaran tentara Israel, tak jarang terbunuh, terluka, dan ditahan karena berbagai alasan. Klub sepakbola di Palestina, termasuk tim nasional, seringkali dilarang bergerak bebas antara Tepi Barat yang diduduki dan Gaza yang terkepung karena kebrutalan Israel.
Bahkan, pemain asal Gaza berulang kali dilarang mengikuti skuad Timnas Palestina pada pertandingan regional dan internasional. Sehingga, menghalangi kiprah timnas Palestina di kancah internasional.
Sayangnya, belum ada tindakan dari FIFA untuk mengeluarkan Israel dari kompetisi olahraga, berbeda yang dialami Rusia. Asosiasi sepak bola Eropa dengan cepat mengeluarkan Rusia dari kompetisi internasional dan kontinental setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina pada 2022.
(Admiraldy Eka Saputra)