FIFA Masih Bungkam Usai Tewasnya Pelatih Palestina Hani Al-Masri Akibat Serangan Udara Israel

Maulana Yusuf, Jurnalis
Senin 08 Januari 2024 22:33 WIB
FIFA masih bungkam usai tewasnya pelatih Palestina akibat serangan Israel (Foto: Reuters)
Share :

PELATIH Palestina, Hani Al-Masri, yang menjabat sebagai pelatih kepala tim sepakbola Olimpiade Palestina dilaporkan tewas akibat serangan udara yang dilakukan tentara Israel di Gaza. Eks pemain Palestina itu pun masuk dalam daftar atlet dan wanita lainnya yang wafat dalam serangan Israel di Jalur Gaza.

Menurut laporan AS, Hani Al-Masri meninggal di hari ke-92 konflik Palestina dan Israel atau tepatnya pada Minggu, 7 Januari 2024. Pria yang sebelumnya bermain sebagai gelandang untuk Al-Maghazi dan Gaza Sports sebelum pensiun pada 2018 itu wafat di usia 42 tahun.

Masih menurut sumber yang sama, selain Hani Al-Masri, juga ada sekira 88 atlet dalam olahraga beregu dan individu, termasuk 67 pemain sepakbola asal Palestina yang tewas. Selain itu, 24 pejabat dari staf manajerial dan teknis kehilangan nyawa akibat serangan Israel di Gaza.

Hingga saat ini, dilaporkan sudah ada lebih dari 22.000 kematian dan 58.000 cedera warga Palestina akibat serangan brutal tentara Israel. Naasnya, sebagian besar korban terjadi pada perempuan dan anak-anak.

 BACA JUGA:

Secara khusus, Federasi Sepakbola Palestina melalui presidennya, Jibril Rajoub, menyampaikan duka mendalam atas kehilangan pelatih kondang tersebut. Mereka juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Al-Masri.

PSSI-nya Palestina itu juga mendesak kepada Komite Olimpiade Internasional dan federasi olahraga lokal dan internasional, termasuk FIFA, untuk segera menuntut penyelidikan internasional atas kejahatan Israel terhadap olahraga dan atlet di Palestina.

Sebelum pecahnya perang Palestina-Israel, para pemain sepakbola Palestina kerap menjadi sasaran tentara Israel, tak jarang terbunuh, terluka, dan ditahan karena berbagai alasan. Klub sepakbola di Palestina, termasuk tim nasional, seringkali dilarang bergerak bebas antara Tepi Barat yang diduduki dan Gaza yang terkepung karena kebrutalan Israel.

Bahkan, pemain asal Gaza berulang kali dilarang mengikuti skuad Timnas Palestina pada pertandingan regional dan internasional. Sehingga, menghalangi kiprah timnas Palestina di kancah internasional.

Sayangnya, belum ada tindakan dari FIFA untuk mengeluarkan Israel dari kompetisi olahraga, berbeda yang dialami Rusia. Asosiasi sepak bola Eropa dengan cepat mengeluarkan Rusia dari kompetisi internasional dan kontinental setelah pecahnya perang Rusia-Ukraina pada 2022.

(Admiraldy Eka Saputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya