Profil Manchester United di Liga Inggris 2023-2024: Iblis Merah Masih Sekadar Penantang

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Selasa 08 Agustus 2023 07:32 WIB
Manchester United belum layak menjadi kandidat juara Liga Inggris 2023-2024 (Foto: Reuters/Vincent Carchietta)
Share :

BERIKUT profil Manchester United yang akan tampil di Liga Inggris 2023-2024. Musim kedua bagi pelatih Erik ten Hag ini banyak dianggap sebagai waktu yang tepat untuk merengkuh trofi juara.

Kedatangan pelatih asal Belanda itu pada 2022 memunculkan secercah harapan untuk mengakhiri puasa trofi Liga Inggris. Apalagi, Man United ternyata sempat menjadi penantang serius gelar pada kuartal akhir musim lalu. Sayangnya, perlahan raihan poin mereka terjun bebas.

Musim kompetisi 2023-2024 dianggap sebagai waktu yang tepat untuk kembali merebut trofi Liga Inggris, yang terakhir kali digapai pada 2013. Ditambah lagi, ini adalah kali pertama ten Hag leluasa mendatangkan pemain-pemain yang diinginkan agar sesuai skema racikannya.

Kiprah di Pramusim

Seperti biasa, Man United melakoni masa pramusim dengan menghadapi sejumlah klub serta menggelar tur. Bruno Fernandes dan kawan-kawan hingga kini telah melangsungkan delapan laga uji coba pramusim. Hasil yang diraih pun beragam.

Mereka tercatat hanya meraih empat kemenangan selama masa pramusim, sekali imbang, dan tiga kali kalah. Tiga hasil negatif itu dicatat saat melawan Wrexham (menurunkan pemain muda), Real Madrid, dan Borussia Dortmund.

Hasil-hasil itu cukup menjadi patokan seperti apa Man United musim depan. Setidaknya, mereka cukup kesulitan saat menghadapi lawan dengan kemampuan setara atau yang sedikit lebih di atas.

Dari laga-laga pramusim itu juga terlihat seperti apa skema yang diinginkan ten Hag, yakni mengandalkan transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Namun, mereka tetap tidak akan meninggalkan gaya permainan berdasarkan penguasaan bola.

Peluang Juara

Melihat aktivitas di bursa transfer, serta pemain-pemain yang didatangkan, tampaknya Man United masih belum layak untuk menjadi juara Liga Inggris 2023-2024. Jika hanya sekadar sebagai penantang serius, maka pengoleksi 20 titel ini cukup bisa diperhitungkan.

Sebab, skuad Man United masih terlihat belum terlalu dalam, di mana beberapa pos tak punya pelapis yang sepadan. Di pos penjaga gawang misalnya, mereka praktis hanya bisa mengandalkan Andre Onana selama semusim penuh.

Hal serupa juga terjadi di posisi penyerang. Jika Anthony Martial bisa terus fit sepanjang musim, maka ten Hag punya cukup banyak opsi untuk lini depan.

Tantangan lainnya adalah keengganan sang pelatih untuk merotasi skuad. Ten Hag terlihat hampir tidak pernah mengutak-atik susunan pemainnya di sepanjang musim lalu. Hal itu berimbas pada kondisi fisik yang mulai berantakan di ujung musim.

Akan tetapi, peluang meraih trofi sejatinya masih ada di kompetisi domestik seperti Piala FA atau Piala Liga Inggris. Untuk Liga Champions, tampaknya target realistis adalah menembus fase grup.

Transfer

Dari pergerakan di bursa transfer, Man United melepas sejumlah nama yang dianggap tidak terpakai di skema ten Hag. Tidak tanggung-tanggung, mereka melepas kiper legendaris David de Gea secara gratis!

Sebagai gantinya, Iblis Merah menggaet Andre Onana. Di lini belakang, Man United belum mendatangkan siapa-siapa. Sementara di tengah, Mason Mount digaet dari Chelsea. Sejauh ini, mereka juga dikabarkan mengincar Sofyan Amrabat untuk melapis Casemiro.

Transfer yang menjadi kunci adalah dengan mendatangkan Rasmus Hojlund di lini depan. Man United tampak sudah mengantisipasi betul potensi hilangnya Martial akibat cedera. Striker asal Denmark itu cukup bisa diandalkan dengan catatan 10 gol dalam 32 laga bersama Atalanta musim lalu.

Transfer In: Mason Mount (Chelsea), Andre Onana (Inter Milan), Rasmus Hojlund (Atalanta)

Transfer Out: David de Gea (Gratis), Phil Jones (Gratis), Axel Tuanzebe (Gratis), Alex Telles (Al Nassr), Anthony Elanga (Nottingham Forest)

Formasi yang Digunakan

Musim lalu, ten Hag kerap menggeber formasi 4-2-3-1. Dua gelandang biasanya diisi bergantian sesuai kebutuhan. Jika butuh keseimbangan, maka Casemiro dan Christian Eriksen yang diturunkan. Ketika satu berhalangan tampil, maka formasi dan skema permainan sedikit goyah.

Hadirnya Mason Mount bisa jadi sedikit memberi angin segar. Ten Hag bisa leluasa memainkan 4-2-3-1 atau 4-3-3 dengan gelandang asal Inggris itu sebagai motor serangan. Bruno Fernandes dapat diplot lebih menyerang dan menjadi sumber kreativitas di tengah.

Ujung tombak akan diisi oleh Rasmus Hojlund jika yang bersangkutan tetap fit. Andai tidak, dan Martial berkutat dengan cedera, pelatih berusia 53 tahun itu beberapa kali terlihat memainkan skema false nine dengan menjadikan Jadon Sancho di depan.

SUSUNAN PEMAIN

MAN UNITED (4-3-3): Andre Onana; Diogo Dalot, Raphael Varane, Lisandro Martinez, Luke Shaw; Mason Mount, Casemiro, Bruno Fernandes; Antony, Rasmus Hojlund, Marcus Rashford

Pelatih: Erik ten Hag

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya