Penantian 32 Tahun Berbuah Manis

M Budi Santosa, Jurnalis
Selasa 23 Mei 2023 15:25 WIB
Pemred Okezone, M Budi Santosa. (Foto: Okezone)
Share :

JAKARTA - TIM NASIONAL (Timnas) sepakbola Indonesia berhasil merebut medali emas di ajang SEA Games ke-32 Kamboja 2023. Ini adalah prestasi yang pantas diapresiasi. Seakan menghilangkan dahaga juara. Betapa tidak, terakhir kali Timnas Sepakbola Indonesia mampu menjadi kampium SEA Games pada 1991 silam. Ini artinya, sudah 32 tahun, sepakbola Indonesia selalu gagal jadi juara di Asia Tenggara.

Euphoria emas sepakbola SAE Games 2023 sepertinya menjadi obat dan penyemangat bagi rakyat Indonesia. Duka kasus tragedi Kanjuruhan Malang yang menewaskan ratusan suporter Bola, agak terobati. Walapun tragedi Kanjuruhan harus tetap menjadi catatan agar tidak terulang di masa depan. Pembinaan suporter dan juga pengecekan secara berkala kondisi stadion pantas untuk dilakukan seiring dengan upaya peningkatan prestasi atlet.

 BACA JUGA:

Emas di SEA Games 2023 jelas sangat membanggakan. Namun, ada insiden yang sepantasnya tidak perlu terjadi. Apa itu? Insiden baku pukul antara tim official dan pemain Timnas Indonesia dengan Timnas Thailand. Apapun penyebabnya, kejadian ini jelas mencederai makna fairplay dalam olahraga. Semestinya semua pihak bisa menjaga fairplay dan tetap bisa mengendalikan emosinya. Ajang pertandingan antarnegara akan menjadi sorotan dunia, maka tidak elok jika kemudian asas fairplay dinisbikan. Apalagi sampai baku pukul.

Terlepas dari kejadian tersebut, apresiasi pantas diberikan ke pelatihan Indra Sjafri. Di bawah asuhannya segudang prestasi Timnas terlihat. Indra Sjafri pernah membawa Timnas Indonesia U-22 menjadi juara Piala AFF U-22 2019 di Olympic Stadium, Phnom Penh, Kamboja, pada 26 Februari 2019. Indra Sjafri juga sukses membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 2013. Di bawah racikan tangan dingin Indra Sjafri, Evan Dimas dan kolega mampu mengembalikan senyum manis di wajah para pecinta sepakbola Tanah Air saat itu.

 BACA JUGA:

Kalau dilihat, kunci dari keberhasilan itu adalah konsistensi untuk mencari talenta-talenta muda dan kemudian membinanya secara benar. Banyak pemeo di masyarakat saat ini bahwa prestasi timnas junior Indonesia biasanya sangat bagus, namun saat menginjak senior mereka justru menjadi "memble". Banyak pihak menilai karena ada salah asuh dari PSSI. Oleh sebab itu, sedari sekarang, konsistensi pembinaan yang benar harus digalakkan. Hal ini untuk menjamin kesinambungan prestasi dari level junior hingga senior.

Masyarakat Tanah Air pasti sangat mendambakan Timnas Garuda bisa bertanding di ajang Piala Dunia. Bahkan, mereka berharap sepakbola Indonesia bisa menjadi magnet untuk makin mengharumkan di kancah dunia. Kadangkala, dalam dunia seperti sekarang ini, olahraga bisa jadi ajang diplomasi tingkat tinggi dan menumbuhkan kepercayaan diri sebagai bangsa besar.

Selamat untuk Timnas Garuda. Semangatmu menjadi obat di tengah dahaga prestasi negeri ini.

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya