Gerakan konstan rahang ketika mengunyah permen karet mengirimkan sinyal aktif ke otak. Aktivitas mental meningkat dan membuat otak tetap aktif, rileks, dan tajam. Keadaan rileks membantu membantu pesepakbola meningkatkan kewaspadaan.
Semakin rileks keadaan pesepakbola maka semakin cepat mereka mengambil keputusan. Tubuh mereka akan merespon lebih cepat untuk menentukan permainan.
Pesepakbola juga dapat berlari dan menggiring bola lebih cepat serta melompat lebih tinggi. Secara tidak langsung, mengunyah permen karet dapat meningkatkan kemampuan mereka.
Alasan kenapa pemain bola suka makan dan mengunyah permen karet saat sedang bertanding adalah membantu metabolisme. Mengunyah sesuatu dapat meningkatkan aliran darah ke otak.
Semakin banyak darah mengalir ke otak, maka suplai oksigen ke otak akan meningkat. Tingkat stress pada otak dan tubuh akan akan berkurang. Rasa dan aroma permen karet juga dapat melepaskan hormon bahagia dan ketenangan.
Penelitian menunjukan bahwa mengunyah permen karet mengurangi kortisol dalam tubuh. Kortisol adalah hormon stress yang meningkat saat tubuh cemas atau gugup.
(Rivan Nasri Rachman)