Adapun upaya ini juga dilakukan sebagai langkah evaluasi total dari tragedi yang menewaskan ratusan suporter.
“Sebagai bagian dari upaya evaluasi total,” pungkasnya.
Kebanyakan korban meninggal dunia dalam Tragedi Kanjuruhan ini karena berdesak-desakan saat berusaha mencari jalan keluar dari stadion usai polisi menembakkan gas air mata. Sebagai catatan, FIFA melarang penggunaan gas air mata ini dalam upaya mengendalikan massa di stadion sepakbola.
(Hakiki Tertiari )