"Hari pertama di sana langsung diobatin. Tapi, keesokan harinya, tiba-tiba kaki saya hancur. Dagingnya jadi kayak bubur, ngelupas dari tulang. Jadi hanya tersisa tulang saja di area betis sampai mata kaki," ujar Aditya.
Ia pun kembali diboyong ke Rumah Sakit Hasan Sadikin. Setelah diperiksa, tulang di kaki kanannya sudah tidak aktif lagi sehingga pihak dokter tidak berani melakukan tindakan selain amputasi.
"Jalan terakhir harus diamputasi, dari situ saya belum siap. Pulang dulu ke rumah. Ngehabisin waktu sekitar setahun. Selama itu pula saya hanya rebahan di kamar sembari meminta petunjuk kepada Allah SWT. Saya sampai salat istikharah. Dari situ, hati kecil saya seolah setuju kaki saya harus diamputasi," ungkap pemain Timnas Amputasi Indonesia itu.
(Andika Pratama)