3. Punya Prinsip yang Baik
Shin Tae-yong terkenal punya prinsip yang baik dan ditularkan kepada rekan sesama pelatih dan anak asuhnya. Teringat satu momen, ketika netizen meminta ia mundur karena kalah di final Piala AFF 2020 dan hanya merebut medali perunggu di SEA Games 2021. Saat itu, ia mengaku tidak goyah dan hanya fokus dengan pekerjaan yang dilakukannya.
“Saya tidak goyah dengan kata-kata netizen. Saya di sini untuk memajukan sepakbola Indonesia. Lebih baik netizen berbicara soal pusat latihan,” ujar Shin Tae-yong.
2. Fleksibilitas Taktik yang Baik
Shin Tae-yong tidak punya pakem formasi. Di Piala Dunia 2018, dirinya memakai dua macam formasi, yakni 4-3-3 dan 4-4-2.
Bahkan awal melatih Timnas Indonesia, ia masih kekeuh dengan formasi empat bek. Kini, ia fokus dengan pakem tiga bek yang terbukti bagus. Ini membuktikan dirinya cukup fleksibel dan fokus pada pekerjaannya untuk menemukan formula yang baik.