“Ini final. Sampai besok, tidak ada hal lain di kepalaku. Ini hanya final. Pengalaman tidak membantu. Saya pikir begitu, tapi tidak. Perasaan saya sama dengan final pertama saya: tidak berubah dua puluh tahun kemudian,” kata The Special One -julukan Mourinho.
“Jika Anda melihat saya sedikit lebih serius, mungkin itu konsentrasi, mungkin itu cara saya untuk mempersiapkan pertandingan. Saya hanya memikirkan ini,” tambahnya.
Untungnya Mourinho memiliki catatan manis ketika tampil di final kompetisi antarklub Eropa. Tercatat dari empat final yang sudah dimainkan Mourinho di kompetisi antarklub Eropa, ia tak pernah merasakan kekalahan alias selalu juara.
(Rivan Nasri Rachman)