PEMAIN Liga Thailand kena kartu merah dan dipecat klub usai sikut pemain lawan, netizen bandingkan dengan kondisi di Indonesia. Pada Minggu, 13 Maret 2022, laga lanjutan Liga 3 Thailand 2022 digelar.
Laga tersebut mempertemukan North Bangkok University FC vs Bangkok FC. Dalam sebuah momen, pemain North Bangkok University FC yakni Supasan Ruangsuphanimit bersentuhan kaki dengan pemain Bangkok FC, Aitsaret Noichaiboon.
(Momen Aitsaret menyikut Supasan. (Foto: The Sun)
Setelah berbenturan, Supasan Ruangsuphanimit langsung lari ke belakang untuk mengawal lini pertahanan timnya. Namun, Aitsaret Noichaiboon merasa tak senang dengan insiden tersebut.
Aitsaret Noichaiboon menghampiri Supasan Ruangsuphanimit sambil berlari. Tanpa pikir panjang, Aitsaret Noichaiboon melepaskan sikutan ke arah wajah Supasan Ruangsuphanimit.
Supasan Ruangsuphanimit langsung tersungkur ke tanah. Wasit yang memimpin pertandingan pun langsung melayangkan kartu merah kepada Aitsaret Noichaiboon.
“Bangkok FC mengambil sikap dan tidak mendukung tindakan tersebut. Klub telah memutus kontrak si pemain. Klub menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut dan mencegah hal serupa tak terulang lagi,” tulis pernyataan Bangkok FC, mengutip dari The Sun, Senin (14/3/2022).
Kubu North Bangkok University FC pun membagikan kondisi sang pemain. Ia menyebut Supasan Ruangsuphanimit harus menjalani 24 jahitan di bagian wajahnya.
“Supasan Ruangsuphanimit telah menjalani perawatan di Rumah Sakit Bangpkakok-Rangsit 2, setelah pemain no.6 dari klub Bangkok FC sengaja menyerang wajahnya. Karena itu, dokter memberi total 24 jahitan,” bunyi pernyataan North Bangkok University FC.
Video insiden di atas pun dibagikan akun Twitter @idextratime. Netizen pun membandingkan insiden di atas dengan kejadian di Indonesia.
“Yok klub Liga 3 angkut yuk,pemain potenSIAL ini wkwkwkwk Bisa buat kejar wasit juga wkwkwk,” tulis akun @trisna_tony.
“Klubnya tegas emangnya di sini cuma dikasih surat peringatan doang,” sambung akun @zayn199x.
"Terlalu lebay lah sampe putus kontrak. Masuk ke pesantren udah cukup kok jiahahaha," tulis akun @itsafma.
(Ramdani Bur)