JAKARTA - Ketua Umum (Ketum) PSSI, Mochamad Iriawan, mengakui bahwa kekuatan Tim Nasional (Timnas) Indonesia semakin kuat setelah menjalani pemusatan latihan (TC) di Turki. Oleh karena itu, dia berkeyakinan skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong akan juara Piala AFF 2020.
Saat TC di Turki, Timnas Indonesia melakoni tiga laga uji coba. Pada laga pertama, Evan Dimas dan kolega kalah 1-0 dari Afghanistan. Namun, pada laga kedua melawan Myanmar, Timnas Indonesia menang 4-1. Di laga terakhir, kemenangan juga diraih saat menghadapi Antalyaspor dengan skor 4-0.
"Setelah menjalani laga persahabatan dan melakukan pemusatan latihan di Turki, performa timnas terus meningkat. Itu laporan Shin Tae-yong dan Direktur Teknik PSSI Indra Sjafri kepada saya. Mereka sudah siap tempur untuk memberikan yang terbaik buat bangsa dan negara ini," kata Iriawan di laman resmi PSSI, Rabu (1/12/2021).
Selain performa yang meningkat, pemain yang dibawa Shin Tae-yong juga dinilainya sangat bagus. Ia yakin komposisi Skuad Garuda dengan rata-rata pemain muda itu bisa berbicara banyak di Piala AFF 2020 nanti.
"Ini kombinasi pemain yang bagus. Rata-rata usia skuad ini masih muda. Masa depan tim ini saya yakin akan cerah. Insya Allah mereka bisa menjadi juara," tegasnya.
Baca juga: 5 Tim Nasional dengan Skuad Termahal di Piala AFF 2020, Nomor 1 Tembus Rp160 Miliar
Mengingat, semua pemain yang berkarier di Eropa seperti Egy Maulana Vikri, Elkan Baggot dan Witan Sulaeman terdaftar dalam kekuatan milik Shin. Tentunya, pengalaman mereka akan sangat berharga guna membantu rekan-rekannya di atas lapangan.
Iwan Bule—sapaan Mochamad Iriawan—meminta kepada masyarakat Indonesia untuk mengirimkan doa. Hal itu tentu guna mempermulus jalur kampiun Skuad Garuda di Singapura.
"Sudah terlalu lama kita tidak menjadi juara. Kini saatnya kita menjadi yang terbaik. Mari kita doakan yang terbaik agar pemain timnas Indonesia bisa menjadi juara di Piala AFF kali ini," tutup Iriawan.
Timnas Indonesia berada di Grup B Piala AFF. Pasukan Garuda akan melawan, Vietnam, Malaysia, Laos dan Kamboja.
(Rachmat Fahzry)