JURNALIS The Independent, Miguel Delaney, melihat Laurent Blanc sebagai opsi terkuat untuk menjadi suksesor Ole Gunnar Solskjaer di kursi pelatih Manchester United. Kekalahan 0-2 Manchester United dari Manchester City semalam, kembali menguatkan isu pemecatan Ole Gunnar Solskjaer.
Tak tertariknya Zinedine Zidane menangani Manchester United, jadi salah satu alasan kenapa Laurent Blanc menjadi calon terkuat juru taktik Setan Merah selanjutnya.
“Ralf Rangnick tertarik ke Manchester United, namun sebagai direktur olahraga. Erik Ten Hag takkan pergi di pertengahan musim ini. Kemudian, Zidane saat ini tak tertarik menangani Manchester United. Laurent Blanc?,” kata Miguel Delaney mengutip dari akun Twitter-nya, @MiguelDelaney.
Sederet alasan pun membuat Laurent Blanc sangat layak menjadi pelatih Manchester United. Apa saja?
Berikut 5 alasan Laurent Blanc segera resmi jadi pelatih Manchester United:
5. Spesialis Juara
Laurent Blanc dikenal sebagai pelatih spesialis juara. Ketika menangani PSG, ia meraup 11 trofi hanya dalam tiga musim (2013-2016). Laurent Blanc pun sanggup membawa Bordeaux juara Liga Prancis 2008-2009 dengan pemain seadanya.
Berhubung Manchester United sudah lama tak juara, mendatangkan Laurent Blanc merupakan opsi terbaik. Terakhir kali Manchester United juara pada 2016-2017, tepatnya di ajang Liga Eropa.
4. Pernah Bela Manchester United
Laurent Blanc pernah membela Manchester United sebagai pemain dalam kurun 2001-2003. Hebatnya, di usia yang sudah tak muda lagi saat itu (36-38 tahun), Laurent Blanc menjadi bek andalan pelatih Manchester United, Sir Alex Ferguson.
Tercatat, Laurent Blanc yang mentas sebagai bek tengah turun dalam 75 pertandingan dengan koleksi empat gol. Berkat bantuan Laurent Blanc, Manchester United memenangkan trofi Liga Inggris 2002-2003. Karena itu, Laurent Blanc paham betul dengan kultur Manchester United.
3. Pola 4-2-3-1
Pemain Manchester United dipercaya tak memakan waktu lama untuk beradaptasi dengan formasi racikan Laurent Blanc. Sebab, Laurent Blanc mengandalkan pola 4-2-3-1, seperti formasi baku yang diandalkan Ole Gunnar Solskjaer.
Benar, gaya permainan dan pendekatan jadi pembeda antara Laurent Blanc dan Ole Gunnar Solskjaer. Laurent Blanc dikenal jauh lebih keras kepada pemain ketimbang Ole Gunnar Solskjaer.
2. Biasa Tangani Pemain Bintang
Laurent Blanc biasa menangani pemain bintang. Ketika membesut PSG, Laurent Blanc menangani sejumlah pesepakbola top seperti Zlatan Ibrahmovic, Edinson Cavani, Thiago Silva dan banyak lagi.
Karena itu, Laurent Blanc takkan kaget ketika dihadapkan dengan pemain bintang macam Cristiano Ronaldo, Bruno Fernandes hingga bek termahal di dunia, Harry Maguire.
1. Ikuti Xavi Hernandez
Laurent Blanc bisa mengikuti jejak Xavi Hernandez. Ia meninggalkan klub asal Qatar, Al-Sadd, untuk menjadi pelatih Barcelona.
Barcelona menebus klausul pelepasan Xavi Hernandez di Al-Sadd yang mencapai 5 juta Euro atau sekira Rp83 miliar. Lantas, kenapa Laurent Blanc bisa mengikuti jejak Xavi Hernandez?
Laurent Blanc sejak 2019 menangani klub asal Qatar, Al-Rayyan. Lewat kekuatan uang Manchester United, Setan Merah dapat menebus klausul lepas Laurent Blanc yang tak jauh berbeda dari Xavi Hernandez.
(Ramdani Bur)