KIPRAH sejumlah pesepakbola dunia terus jadi sorotan karena beberapa nama diketahui tetap tampil fantatsis di usia yang tak muda lagi. Mereka bahkan bisa bangkit dari masa pensiunnya karena memang masih bisa bermain apik. Hal ini pun dialami seorang peraih Ballon dOr.
Ya, sejumlah pesepakbola melewati beberapa pasang surut sepanjang kariernya. Kala kinerja tengah menurun, beberapa pemain tak jarang akhirnya memutuskan untuk penisun, terlebih jika usia sudah tak muda lagi.
BACA JUGA: 5 Calon Peraih Trofi Ballon dOr 2021 per Oktober, Nomor 1 Kalah Bikin Rusuh?
Tetapi, ketika memilih pensiun, beberapa pesepakbola secara mengejutkan memilih untuk comeback. Kembalinya mereka bahkan tak sekadar meramaikan permainan saja, beberapa pemain bisa merebut beragam trofi bergengsi usai kembali dari pensiun.
BACA JUGA: 5 Pesepakbola Muslim yang Sukses di Chelsea, Nomor 1 Calon Peraih Trofi Ballon dOr
Siapa saja pesepakbola yang mengalami hal tersebut? Sebagaimana dikutip dari Sportskeeda, Sabtu (2/10/2021), berikut lima pesepakbola yang bangkit dari masa pensiun.
5. Romario
Brasil telah membuktikan bisa menelurkan banyak talenta berbakat di dunia sepakbola. Salah satu pemain yang paling luar biasa dari sana ialah Romario.
Tetapi, Romaria mengumumkan keputusannya untuk pensiun pada 15 April 2008. Pemain asal Brasil itu kemudian bangkit dari masa pensiunnya dengan berkarier bersama America Football Club.
Kembalinya sang legenda ini dilatarbelakangi oleh keinginan mendiang ayahnya, Edevair, yang merupakan penggemar dari America Football Club. Di sana, Romaria bisa mencetak lima gol dan dinobatkan sebagai pemain terbaik di turnamen tersebut.
4. Paul Scholes
Berikutnya, ada nama Paul Scholes. Semasa kariernya, Scholes berhasil meraih 12 gelar Liga Inggris bersama Manchester United, satu-satunya klub yang pernah dia bela.
Scholes kemudian gantung sepatu pada 2011 dan bergabung dengan staf kepelatihan Man United. Namun, pada musim 2012-2013, Setan Merah mengalami krisis pemain karena badai cedera. Sir Alex Ferguson pun memandang staf pelatihnya itu bisa menjadi solusi.
Tujuh bulan setelah pensiun, Scholes kembali ke Liga Inggris, kali ini dengan No 22. Dia kembali tampil di Derby Manchester pada ajang Piala FA yang dimenangkan Man United dengan skor 3-2. Setelah musim itu, Scholes menandatangani perpanjangan kontrak satu tahun lagi.
3. Zinedine Zidane
Nama Zinedine Zidane juga masuk daftar ini. Dia menjadi pemain yang sangat fantastis selama masih berkarier secara profesional. Tetapi, Zidane memilih pensiun dari sepakbola internasional pada Agustus 2004.
Tetapi, Zidane kemudian keluar dari masa pensiunnya untuk memimpin Timnas Prancis ke final Piala Dunia 2006. Hal itu dilakukan atas permintaan pelatihnya Raymond Domenech.
2. Johan Cruyff
Johan Cruyff adalah salah satu tokoh sepakbola yang paling menonjol. Tidak hanya karena kepahlawanan dan keagungannya di lapangan, tetapi juga untuk perannya dalam mengembangkan sepakbola dan menjadikannya tontonan yang menarik.
Cruyff menjadi sensasi pada 1970-an ketika Ajax Amsterdam memenangkan tiga Piala Eropa berturut-turut pada 1971, 1972, dan 1973. Kemudian, Cruyff mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan pada 1977, tepat sebelum Piala Dunia 1978, yang merupakan pukulan besar bagi Belanda.
Kemudian pada 1978, Cruyff mengumumkan pensiun dari semua bentuk sepakbola. Dia kehilangan semua uangnya dalam investasi yang sia-sia setelah pensiun. Karena kebutuhan finansial, dia pun akhirnya harus kembali dan bermain lagi.
Sang maestro Belanda kemudian menandatangani kontrak dengan Los Angeles Aztecs dan bermain di Amerika Serikat dari 1978-1981. Cruyff menyadari bahwa bakatnya masih jauh dari selesai dan mesinnya masih menyala. Dia pindah dari AS ke Spanyol dengan membela Levante.
1. Lionel Messi
Terakhir, ada nama Lionel Messi. Dia adalah pemain sepakbola terhebat sepanjang masa. Tetapi bahkan untuk seorang pemain sehebatnya, masa bermainnya tak melulu baik, khususnya ketika membala Timnas Argentina.
Messi pertama kali melakukan debutnya untuk Barcelona pada 2003, dalam pertandingan persahabatan melawan Porto. Sejak itu, peraih enam trofi Ballon dor itu telah mendaki ke puncak kehebatan dalam sepakbola, menggunakan beberapa keterampilan yang paling luar biasa.
Sementara dia menikmati waktu hidupnya bersama Barcelona, memenangkan gelar La Liga dan trofi Liga Champions, Messi tidak dapat membantu Argentina memenangkan Copa America. Dua kali Argentina mencapai final turnamen tersebut tetapi gagal.
Messi kemudian menyatakan bahwa dia tidak akan memakai seragam Timasn Argentina lagi. Namun, pada tahun yang sama, Messi dipanggil untuk Kualifikasi Piala Dunia 2018 Argentina dan dia membatalkan keputusannya.
Jika bukan karena hari itu, Messi tidak akan mewujudkan mimpinya memenangkan Copa America pada 2021. Kini, dia sudah membayar kesedihannya.
(Djanti Virantika)