5 Pesepakbola yang Lebih Hebat ketimbang sang Ayah, Nomor 1 Juara Piala Dunia

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis
Rabu 29 September 2021 06:00 WIB
Paolo Maldini (kiri) bersama istrinya, Adrianna Fossa (tengah) dan sang ayah, Cesare Maldini. (Foto: Sportskeeda)
Share :

2. Paolo Maldini dan Cesare Maldini


Paolo Maldini adalah salah satu legenda terbaik yang pernah dimiliki AC Milan, bahkan mungkin di dunia sepakbola. Ia terkenal bukan hanya kemampuannya sebagai pemimpin di lini belakang, tapi juga karena kesetiannya terhadap Milan yang hanya membela klub tersebut sampai pensiun.

Selama 25 tahun berkarier, mantan kapten Timnas Italia itu memenangkan 26 trofi, termasuk di antaranya lima gelar Liga Champions, yang saat ini hanya Cristiano Ronaldo, pemain yang bisa menyamai pencapaian trofi terbanyak si Kuping Besar tersebut.

Maldini sukses meneruskan warisan sang ayah, Cesare Maldini yang juga seorang legenda di Milan. Cesare adalah pemain yang hebat, tapi bila dibandingkan dengan Maldini, maka pria yang kini menjabat sebagai Direktur Teknis Milan itu jauh lebih luar biasa.

1. Geoff Hurst dan Charlie Hurst


Geoff Hurst adalah salah satu pesepakbola paling terkenal dalam sejarah sepakbola Inggris. Legenda West Ham itu mencetak lebih dari 300 gol sepanjang kariernya selama 17 tahun. Namun, satu hal yang akan diingat oleh penggemar sepakbola Inggris adalah hat-tricknya di final Piala Dunia 1966, yang membawa pulang Piala Dunia ke Inggris untuk pertama dan satu-satunya sampai sekarang ini.

Hurst memperlihatkan secara nyata dan menuliskan namanya ke dalam cerita rakyat sepakbola Inggris. Ia memberikan satu-satunya trofi besar (Piala Dunia) yang dimenangkan Inggris sejauh ini.

Setelah pensiun sebagai pemain, Hurst memasuki bidang manajerial, bahkan menangani Chelsea selama dua tahun, sebelum akhirnya pensiun dari segala bentuk olahraga dan kemudian menjadi salah satu dari sedikit pemain di dunia yang dianugerahi gelar bangsawan.

Ayahnya, yakni Charlie Hurst di sisi lain, juga seorang pesepakbola profesional, tetapi kariernya sangat terganggu oleh Perang Dunia Kedua. Akibatnya, dia tidak pernah bisa membuat penampilan profesional untuk negaranya.

Tidak seperti Geoff, Charlie adalah bek tengah yang tak terlalu gemilang saat tampil di beberapa klub Inggris, termasuk Bristol Rovers dan Oldham Athletic sebelum pada akhirnya menjadi pemain-manajer di Sudbury Town.

Charlie memimpin timnya ke final Piala Senior Suffolk dan meraih tempat ketiga di liga sebelum dirinya pensiun.

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya