Di samping itu, Hjulmand menyangkal hal tersebut merupakan bagian dari ritualnya. Ia berdalih, baju hangat hitamnya sebagai bagian dari kebiasaan dirinya saat menukangi Denmark di lapangan.
"Saya tidak memperhatikan kaus yang saya kenakan,” kata Hjulmand dilansir dari Ekstrabladet, Selasa (6/7/2021).
Tak hanya itu, ia menegaskan bahwa baju hangat hitamnya hanya pakaian biasa yang tidak ada kaitannya dengan takhayul atau mitos. Bahkan, ia mengatakan semua kabar miring tersebut merupakan omong kosong.
“Saya selalu punya alasan logis jika dikaitkan bahwa saya sedikit percaya takhayul, karena itu omong kosong,” ujar Hjulmand.
“Akan tetapi kami menang, bisa jadi saya mungkin memakai baju hitam di Stadion Wembley,” tambahnya.
Baca Juga: Hadapi Inggris di Semifinal Piala Eropa 2020, Pelatih Denmark Akui Kualitas The Three Lions
Sementara itu, Denmark akan bertemu dengan Inggris di babak semifinal Piala Eropa 2020. Danish Dynamite bertekad melaju ke final Piala Eropa 2020 mengingat terakhir kali mereka bermain di partai pamungkas Piala Eropa adalah pada tahun 1992.
(Ramdani Bur)