Juventus Tampak Kuat saat Terlibat Calciopoli, namun Memble ketika Dicoret dari Liga Italia

Ramdani Bur, Jurnalis
Selasa 11 Mei 2021 11:18 WIB
Juventus terancam dicoret dari Liga Italia musim depan. (Foto: REUTERS/Massimo Pinca)
Share :

JUVENTUS terlibat kasus pengaturan skor atau ngetren disebut Calciopoli pada 2004-2005 dan 2005-2006. Namun, banyak yang menyayangkan keputusan yang dibuat CEO Juventus saat itu, Luciano Moggi.

Sebab, jika pun Luciano Moggi tidak mengatur hasil pertandingan, Bianconeri –julukan Juventus– tetap diprediksi keluar sebagai kampiun Liga Italia. Kala itu, tampuk kepelatihan Juventus dipegang Fabio Capello, pelatih yang berpengalaman membawa AC Milan juara Liga Italia dan Liga Champions.

(Alessandro Del Piero salah satu bintang Juventus pada 2004-2005 dan 2005-2006)

Di deretan pemain terdapat sejumlah personel bintang seperti Gianluigi Buffon, Fabio Cannavaro, Lilian Thuram, Pavel Nedved, Patrick Vieira, David Trezeguet, Alessandro Del Piero hingga Pavel Nedved.

Diyakini tanpa harus melakukan Calciopoli pun, skuad Juventus sudah sangat kompetitif untuk bersaing dengan tiga klub teras Liga Italia saat itu yakni Inter Milan, AC Milan dan AS Roma. Efek Calciopoli sangat besar bagi Juventus.

Selain dihukum degradasi, mereka ditinggal pemain-pemain bintang seperti Thuram, Gianluca Zambrotta, Emerson, Vieira, Zlatan Ibrahimovic dan Fabio Cannavaro. Saat itu, Emerson dan Cannavaro pindah ke Real Madrid, sedangkan Ibrahimovic dan Vieira menyeberang ke klub rival Juventus, Inter Milan.

BACA JUGA: Juventus, sang Kekasih Italia yang Berulang Kali Disakiti Italia

Bagaimana dengan Gianluca Zambrotta dan Lilian Thuram? Dua pemain belakang ini pindah ke Barcelona.

Saat ini, Juventus berpotensi mengalami nasib yang kurang lebih sama dengan kejadian 15 tahun lalu. Juventus terancam dicoret dari Liga Italia 2021-2022 karena keikutsertaan mereka di Liga Super Eropa.

Namun, ada yang membedakan antara skuad Juventus 2004-2006 dengan skuad si Nyonya Tua saat ini. Juventus edisi 2004-2005 dan 2005-2006 tampil solid saat berada di lapangan. Hal itu yang tidak ditunjukkan Juventus edisi 2020-2021.

Terbukti hingga pekan ke-35 Liga Italia 2020-2021, Juventus duduk di posisi lima klasemen dengan 69 angka. Jika sampai di akhir musim duduk di posisi ini, Juventus dipastikan gagal ambl bagian di Liga Champions 2021-2022.

“Ketika klub menerima untuk ambil bagian di Liga Italia, mereka harus menerima aturan-aturan badan internasional. Jelas, jika Juventus tidak menjalankan aturan ini, mereka akan dilarang tampil di liga domestik,” kata presiden FIGC, Gabriele Gravina, mengutip dari Football Italia, Selasa (11/5/2021).

(Rachmat Fahzry)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Bola lainnya