BUDAPEST – Kiper RB Leipzig, Peter Gulacsi akan reuni dengan eks klubnya Liverpool saat timnya akan menghadapi The Reds di babak 16 besar Liga Champions 2020-2021. Dia berharap RB Leipzig bisa meraih hasil maksimal.
RB Leipzig pada leg pertama 16 besar Liga Champions musim ini terpaksa menjamu Liverpool di Puskas Arena, Hungaria. Laga harus dipindahkan ke Hungaria karena kebijakan pemerintah Jerman terkait covid-19 jenis baru di Inggris. Pemerintah Jerman menolak kedatangan bagi semua orang yang datang dari Inggris dan membuat UEFA memindahkan lokasi pertandingan.
Peter Gulacsi sendiri pernah memperkuat Liverpool. Dia datangkan Liverpool pada 2007 dari MTK Budapest dengan status pinjaman. Pada 2008, statusnya naik menjadi permanen.
Baca juga: RB Leipzig vs Liverpool, The Reds Diminta Manfaatkan Momen untuk Bangkit
Hanya saja, Gulacsi tak mendapat temapt sebagai kiper utama Liverpool. Dia banyak dipinjamkan ke sejumah klub. Pada 2013, Peter Gulasci dibeli RB Leipzig.
Baca juga: Liverpool Terpuruk di Liga Inggris, Julian Nagelsmann Tak Peduli
Menjelang laga melawan Liverpool, Peter Gulacsi memiliki harapan. Dia ingin rekan-rekannya meraih hasil positif dari dua laga bertemu Liverpool.
“Di satu sisi, tentu saja ini adalah pertandingan spesial bagi saya karena saya menghabiskan enam tahun di (Liverpool), di sisi lain, hanya Jordan Henderson yang masih di klub,” ujarnya mengutip laman UEFA, Selasa (16/2/2021).
“Bagi saya, yang terpenting adalah kami bermain bagus. Dengan Performa yang bagus kami bisa membuatnya sangat sulit untuk Liverpool. Itu adalah tujuan kami untuk dua pertandingan. Mudah-mudahan, kami akan menjadi tim yang akan melaju ke babak selanjutnya," harapnya.
Sementara itu pelatih RB Leipzig, Julian Nagelsmann, tak mau menganggap remeh Liverpool meski lawannya sedang terpuruk di Liga Inggris. Dia menilai Liverpool tetap salah satu tim terbaik dunia.
"(Kami) tahu bahwa Liverpool adalah tim kelas dunia. Meskipun hasil di liga mereka buruk, banyak pelatih di Liga Premier mengatakan bahwa Liverpool, bersama dengan Manchester City, adalah tim yang paling tidak menyenangkan (untuk dilawan) karena mereka mampu beradaptasi dan menerapkan instruksi pelatih dengan baik," tuturnya.
"Mereka telah menyerah mengejar gelar Liga Premier dan mengejar titel juara Liga Champions dengan semangat penuh," pungkas dia.
(Ramdani Bur)