TEHERAN – Keputusan tegas pernah dibuat klub asal Iran, Steel Azin FC. Kala itu atau medio 2010, klub menyarankan seluruh pemain muslim untuk menjalankan puasa Ramadan. Bagi yang ketahuan tidak berpuasa, akan mendapatkan hukuman dari klub yang bermarkas di Kota Teheran, Iran tersebut.
Ternyata, gelandang andalan Tim Nasional (Timnas) Iran kala itu, Ali Karimi, melakukan pelanggaran. Ketika sesi latihan Steel Azin FC digelar sore hari, Ali Karimi yang sempat membela Bayern Munich periode 2005-2007, ketahuan minum saat latihan.
(Ali Karimi (kanan), saat bela Timnas Iran. (Foto: REUTERS)
Alhasil, sang klub pun memberikan hukuman tegas kepada pemain yang memiliki julukan Diego Maradona-nya Asia tersebut. Tidak tanggung-tanggung, sang klub langsung memecat Ali Karimi.
“Klub harus memecat salah satu pemain, Ali Karimi, karena tidak patuh dan tidak berpuasa selama Ramadan. Ali Karimi telah menghina pejabat Federasi Sepakbola Iran dan pengawal tim Teheran atas masalah ini,” tulis pernyataan klub, mengutip dari Daily Mail, Minggu (31/1/2021).
Hanya saja, Ali Karimi tidak terima begitu saja dipecat sang klub. Ia melakukan segala cara untuk bisa kembali masuk ke dalam tim.
BACA JUGA: Menjadi Mualaf, Ribery Kerap Tersandung Kontroversi soal Bir
Setelah melakukan negosiasi, Ali Karimi akhirnya kembali diizinkan masuk tim. Namun, ia harus membayar denda USD40.000 atau setara Rp561 juta.