TURIN – Megabintang Juventus dan Tim Nasional (Timnas) Portugal, Cristiano Ronaldo diselidiki Kepolisian Italia karena diduga melanggar protokol kesehatan covid-19 negara itu. Ronaldo dan kekasihnya, diduga melakukan perjalanan ke Aosta, kota di wilayah Italia bagian utara.
Georgina Rodriguez bersama Cristiano Ronaldo pada Rabu 27 Januari 2021 melakukan perjalanan ke Piedmont dan Valle d'Aosta. Keduanya bepergian untuk merayakan ulang tahun ke-27 model asal Spanyol tersebut di Kota Courmayeur, Alpine.
Baca juga: Georgina Rodriguez Mengaku Bercita-cita Hidup Dalam Kemewahan
Sebelumnya, video memperlihatkan keduanya sedang menikmati bermain jetski di resor ski yang lokasi tidak diinformasikan. Namun, video tersebut kini telah dihapus oleh Cristiano Ronaldo dan Georgina.
Hanya saja, seorang warganet yang diduga fans Cristiano Ronaldo mengunggah video sang megabintang saat berada di resor ski tersebut. Terlihat Ronaldo dan Georgina sedang menunggangi sebuah jetski.
Georgina kemudian mengunggah foto di Instagram yang memperlihatkan dia dan keluarganya sedang berkumpul di rumah mereka di Turin. Tampak dalam foto itu keluarga Cristiano Ronado sedang merayakan ulang tahun Georgina secara sederhana dengan seloyang kue.
Namun, Kepolisan Valle d'Aosta mengonfirmasi kepada Reuters bahwa insiden itu sedang diselidiki. Pasalnya, dengan kematian lebih 86.00 akibat virus corona, Italia memberlakukan aturan bepergian secara ketat.
Melancong ke kawasan zona oranye di Italia sangat dilarang. Wilayah yang termasuk zona oranye adalah Piedmont dan Valle d'Aosta, namun mengunjungi wilayah tersebut dapat dilakukan dengan syarat ketat.
Laporan di Italia seperti dikutip dari Metro, Jumat (29/1/2021) mengabarkan Ronaldo dan Rodriguez melakukan perjalanan pada Selasa 26 Januari 2021. Keduanya menginap di sebuah hotel di pegunungan lalu kembali ke Turin pada keesokan harinya.
Dikritik Menteri Olahraga
Dugaan pelanggaran Cristiano Ronaldo membuat Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora turun tangan. Dia mengkritik eks bintang Real Madrid dan Manchester United untuk tidak merasa sombong karena ketenarannya.
“Keterampilan pemain tertentu tidak (boleh) membuat mereka menjadi sombong, tidak menghormati institusi dan berbohong,” ujar Spadafora mengatakan kepada ANSA.
“Memang, semakin seseorang dikenal, semakin ia merasa bertanggung jawab untuk berpikir sebelum berbicara dan memberikan contoh yang baik.”
"Saya tidak berniat melanjutkan masalah ini tanpa batas waktu. Saya mengonfirmasi apa yang saya katakan kemarin mengenai pengabaian hotel oleh beberapa pemain Juventus.”
“Saya tidak akan campur tangan lebih jauh tentang topik ini dan saya harap mereka yang positif (virus corona) segera pulih,” tambahnya.
Sebelumnya, Cristiano Ronaldo dinyatakan positif virus corona pada Oktober silam saat bergabung dengan Timnas Portugal. Dia harus mengisolasi diri dan absen saat melawan Swedia dan beberapa laga Juventus.
(Ramdani Bur)