Terkait pemecatan ini, Neville menilai bahwa Lampard merupakan korban dari ekspektasi terlalu tinggi yang dipasang pihak Chelsea kepadanya. Harapan besar itu sendiri muncul setelah Lampard kedatangan banyak amunisi baru di musim panas 2020.
Kehadiran pemain-pemain anyar dinilai Neville telah membuat Chelsea menginginkan hasil instan dan melupakan semua jeripayah yang diberikan Lampard sebelumnya. Kondisi inilah yang disayangkan oleh Neville.
"Dia melakukan pekerjaan yang hebat dalam periode itu, tetapi begitu klub mulai membelanjakan uang yang mereka lakukan di musim panas dan memasukkan pemain-pemain itu, itu selalu akan membawa lebih banyak ekspektasi,” tutur Neville.
“Kami tahu apa yang terjadi di Chelsea saat lebih banyak ekspektasi datang. Mereka akan menginginkan hasil yang instan,” lanjutnya.
“Dengan salah satu anggaran dan pengeluaran transfer terbesar, datanglah ekspektasi yang lebih besar. Di Chelsea, selama bertahun-tahun pendekatan mereka kepada manajer sangat konsisten. Frank tahu itu ketika mengambil alih pekerjaan itu,” tukasnya.
(Ramdani Bur)